Lewat RusunPreneur, Pemprov DKI Dorong Warga Rusun Jadi Pengusaha
10 November 2025 17:32 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Lewat RusunPreneur, Pemprov DKI Dorong Warga Rusun Jadi Pengusaha
Pemprov DKI Jakarta hadirkan program RusunPreneur agar penghuni bisa lebih mandiri. Pelatihan dan pendampingan profesional diberikan agar warga lebih berdaya dan dapat penghasilan tambahan.kumparanNEWS

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini punya program baru untuk para penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Namanya, RusunPreneur.
Program ini merupakan salah satu Quick Wins kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam kategori Penguatan Rusun untuk Warga, dengan fokus pada peningkatan kemandirian ekonomi penghuni rusunawa.
RusunPreneur adalah tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Nomor 131 Tahun 2016 tentang Optimalisasi Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa di Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan kebijakan ini, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) memberikan pembinaan, pendampingan, bimbingan, dan konsultasi kepada warga rusunawa.
RusunPreneur menghadirkan berbagai pelatihan wirausaha yang dapat diikuti oleh warga secara gratis. Mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pendampingan langsung dari tenaga profesional hingga mampu menghasilkan produk yang layak jual.
Pelatihan ini mengusung konsep β4Mβ, yang mencakup kegiatan memproduksi bakso, menganyam, merajut, dan membatik. Seluruh peserta mendapatkan fasilitas lengkap, mulai dari alat, bahan, hingga sesi praktik yang intensif. Setelah pelatihan selesai, hasil karya warga berupa kerajinan tangan dan produk makanan, dijual di bazar yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta.
Langkah ini bukan hanya membuka peluang ekonomi bagi warga Rusunawa, tetapi juga memberi ruang untuk lebih percaya diri dan berdaya di tengah keterbatasan.
Warga Rusunawa Antusias Ikuti Pelatihan Wirausaha
RusunPreneur mendapat sambutan positif dari banyak peserta. Dede, warga Rusunawa Karang Anyar yang mengikuti pelatihan merajut, mengaku memperoleh manfaat besar dari kegiatan ini.
βSaya dari dulu memang suka dengan bikin pernak-pernik, kerajinan tangan apapun itu saya memang menyukai. Dengan mengikuti pelatihan ini kemampuan saya Insya Allah makin bertambah, karena diajarkan membuat boneka yang sebelumnya saya nggak bisa nih. Karena, lihat buku aja nggak cukup kan, tetap kita harus perlu instruktur gitu,β ujarnya.
Bagi Dede, pelatihan ini menjadi jembatan untuk mengubah hobi menjadi sumber penghasilan dan membuka peluang usaha kecil yang bisa dikelola dari rumah.
Cerita serupa diungkap Yani Komalasari, warga Rusunawa Penggilingan yang mengikuti pelatihan menganyam. Ia mengatakan, pelatihan menganyam ini ia ikuti agar dapat menambah ilmu, dan penghasilan sebab ia merupakan seorang single parent.
βMudah-mudahan bisa membantu menambah penghasilan untuk keluarga,β ujar Yani.
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menegaskan, pelatihan di RusunPreneur tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.
βKalau cuma habis berlatihan, selesai, ibu-ibu tidak dapat nilai tambah. Karena ya, yang penting sudah diajak, ya sudah. Tapi, kita punya program baru, namanya RusunPreneur. Kita ingin pelatihan ini berkesinambungan, berkelanjutan. Dan hasilnya adalah ibu-ibu mendapat rupiah dari hasil kerja kerasnya,β jelasnya.
Elisabeth juga menyampaikan rasa bangganya melihat hasil kerja para peserta yang dinilai semakin berkualitas. Saat ini, sekitar 90 persen peserta pelatihan sudah dinyatakan lulus dan siap berproduksi.
βSaya mewakilkan projek ini, bangga sekali bisa melihat hasil kerja dari ibu-ibu. Bisa lihat di sini hasil kerjanya, bagus, karena fokus,β puji Elisabeth melihat hasil anyaman peserta pelatihan.
Ke depan, RusunPreneur terus diperluas ke lebih banyak lokasi rusunawa dan mencakup bidang keterampilan yang lebih beragam, termasuk pelatihan digital, pengemasan produk, serta strategi pemasaran daring. Warga rusun pun diharapkan dapat naik kelas menjadi wirausaha mandiri yang mampu beradaptasi di tengah perubahan ekonomi modern.
