Mahasiswa Undip Pembuat Video Porno Deepfake 'Skandal Smanse' Jadi Tersangka

11 November 2025 12:45 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mahasiswa Undip Pembuat Video Porno Deepfake 'Skandal Smanse' Jadi Tersangka
Kepolisian akhirnya menetapkan mahasiwa Undip pembuat konten video deepfake porno menggunakan AI, Chiko Radityatama Agung Putra, sebagai tersangka.
kumparanNEWS
Chiko Radityatama Agung Putra, mahasiswa Undip, meminta maaf atas video deepfake cabul yang dibuatnya semasa menjadi siswa SMAN 11 Semarang, Oktober 2025. Foto: Instagram/@SMAN11Semarang.Official
zoom-in-whitePerbesar
Chiko Radityatama Agung Putra, mahasiswa Undip, meminta maaf atas video deepfake cabul yang dibuatnya semasa menjadi siswa SMAN 11 Semarang, Oktober 2025. Foto: Instagram/@SMAN11Semarang.Official
Kepolisian akhirnya menetapkan mahasiwa Undip pembuat konten video deepfake porno menggunakan AI, Chiko Radityatama Agung Putra, sebagai tersangka.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, mengatakan Chiko ditetapkan sebagai tersangka usai penyidik Direktorat Reserse Siber (Ditreskrimsus) Polda Jateng melakukan gelar perkara pada Senin (10/11).
โ€œPenyidik Ditreskrimsus sudah melakukan gelar perkara dan menetapkan a.n. Chiko sebagai tersangka dalam kasus tersebut,โ€ ujar Artanto, Selasa (11/11).
Polisi menilai Chiko melanggar Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun dan denda sebanyak Rp 6 miliar.
Kemudian Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun dan pidana maksimal Rp1 miliar.
"Pasalnya UU ITE dan Pasal pornografi," kata Artanto.
Kasus ini terungkap setelah muncul video Chiko meminta maaf atas perbuatannya itu. Chiko membuat konten porno dengan wajah siswi SMA N 11 Semarang yang diedit dengan AI.
Permintaan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi sekolah, @sman11semarang.official.
Dalam video tersebut, ia mengaku video berjudul โ€œSkandal Smanseโ€ yang beredar di media sosial bukan video asli, melainkan hasil editannya semata.
"Pembuatan video dengan judul Skandal Smanse, baik foto maupun video, itu tidak benar-benar ada. Namun, hanya editan belaka dengan aplikasi AI," ujar Chiko dalam video tersebut.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada kepala sekolah, guru serta seluruh siswa-siswi SMAN 11 Semarang karena perbuatannya telah mencoreng nama baik sekolah.
"Saya ingin meminta permohonan maaf atas perbuatan saya, di mana saya telah mengedit dan mengunggah foto maupun video teman-teman tanpa izin pada akun Twitter saya," kata Chiko.
Trending Now