Mahasiswa UNY Bikin Pembersih Kandang Sapi Tenaga Surya
19 September 2025 16:33 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Mahasiswa UNY Bikin Pembersih Kandang Sapi Tenaga Surya
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat alat yang bernama SmartCleaner yakni sistem pembersih bertenaga surya dan monitoring amonia untuk kandang ternak sapi.kumparanNEWS

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat alat yang bernama SmartCleaner yakni sistem pembersih bertenaga surya dan monitoring amonia untuk kandang ternak sapi.
Alat ini telah digunakan untuk membantu Kelompok Tani Ngudi Makmur di Gunung Manuk, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul.
"Ini lahir dari kepedulian terhadap persoalan klasik peternak sapi, yakni kandang yang sulit dibersihkan secara rutin dan tingginya kadar gas amonia yang membahayakan kesehatan ternak," kata Veri Saputra mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro UNY dalam keterangannya, Jumat (19/9).
Selain Veri, tim terdiri dari Shafa Feby Ayuningtyas (Pendidikan Teknik Elektro), dan Anida Syafa Hapsari (Biologi).
Dari diskusi bersama, peternak mengeluhkan keterbatasan waktu dan tenaga untuk membersihkan kadang. Sehingga kandang hanya dibersihkan tiga sampai empat kali seminggu.
"Akibatnya, kotoran menumpuk, gas amonia meningkat, dan berdampak pada kesehatan sapi. Bobot ternak turun hingga 15 persen, harga jual merosot, dan kerugian kelompok tani bisa mencapai Rp 400 juta per siklus," katanya.
Keluhan ini memunculkan ide lahirnya SmartCleaner. Ini menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT) dengan energi terbarukan. Alat ini dirakit di Bengkel Elektro FT UNY.
Panel Surya
Salah satu komponen utama adalah panel surya yang digunakan sebagai sumber listrik. Energi inu digunakan untuk menggerakkan motor listrik dan penggaruk otomatis yang bekerja sesuai jadwal melalui modul Real-Time Clock (RTC).
Pembersihan kandang jadi tak bergantung pada manusia. Dilengkapi pula dengan sensor amonia MQ-137 yang mampu mendeteksi konsentrasi gas berbahaya.
"Jika kadar amonia melampaui ambang batas, kipas exhaust otomatis akan aktif dan notifikasi dikirim ke smartphone peternak melalui aplikasi IoT. Semua informasi terkait jadwal pembersihan, kondisi kandang, dan grafik kadar amonia dapat dipantau secara real-time," jelasnya.
Dijelaskan, kotoran sapi yang digaruk otomatis akan dialirkan ke wadah yang nantinya diolah jadi pupuk organik. Waktu pembersihan kandang juga hanya butuh 15 menit.
"SmartCleaner tidak hanya membantu kelompok tani Ngudi Makmur, tetapi juga dapat menjadi model penerapan teknologi terbarukan dan IoT di sektor peternakan rakyat Indonesia. Harapan kami, kesejahteraan peternak meningkat, lingkungan lebih sehat, dan ketahanan pangan nasional semakin kuat," kata Veri.
Shafa Feby menambahkan, ke depan akan mengembangkan monitoring berbasis smartphone.
"Sistem monitoring berbasis smartphone akan terus dikembangkan agar lebih ramah pengguna," kata Shafa.
