Mahasiswi Unud Korban Konten Porno Deepfake Curiga Pelaku Jual Foto: Ada QRIS

26 April 2025 11:39 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mahasiswi Unud Korban Konten Porno Deepfake Curiga Pelaku Jual Foto: Ada QRIS
Mantan kekasih pelaku (sebagai orang yang mengungkapkan kasus ini) mengirimkan juga tangkapan layar sebuah barcode transaksi pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
kumparanNEWS
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) berinisial SLKDP diduga melakukan pelecehan seksual dengan membuat konten porno "deepfake".
Salah satu korban curiga foto dalam konten porno itu dijual oleh pelaku, lantaran mantan kekasih pelaku (sebagai orang yang mengungkapkan kasus ini) mengirimkan juga tangkapan layar sebuah barcode transaksi pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
"Untuk persoalan memperjualbelikan itu belum ada kepastian, hanya suspect dikarenakan dalam barang bukti yang dibeberkan mantannya terduga pelaku terdapat barcode seperti QRIS," katanya saat dihubungi, Jumat (25/4) kemarin.
Pelaku membantah menjual foto-foto itu ke orang lain saat bertemu perwakilan korban di sebuah kafe pada Jumat (14/3) pukul 20.30 WITA. Pelaku mengaku foto editan itu untuk konsumsi pribadi.
"Kata pelaku, barcode itu kebetulan ikut ter-SS (screenshot) barcode itu," katanya.
Korban tak percaya pengakuan pelaku. Karena pelaku memberikan nama dan kode setiap foto korban di ponselnya.
"Tetapi hal tersebut tidak bisa kami percaya begitu saja dikarenakan foto-foto korban di hp terduga pelaku dinamakan lengkap per orangnya per draf. Contoh: draf 1 ( Axxxx xxxx )," katanya.
"Kami pertanyakan mengapa harus setiap foto diberi nama dan kode apabila memang konsumsi pribadi?" sambungnya.
Korban mengaku diliputi rasa ketakutan dan gelisah saat beraktivitas ke luar rumah akibat konten porno deepfake itu. Di sisi lain, para korban sering melihat pelaku beraktivitas normal di kampus. Para korban akhirnya memutuskan melaporkan kasus ini ke pihak kampus.
Berdasarkan hasil penelusuran korban ini, para korban sebagian besar berasal dari fakultas yang sama dengan pelaku. Ada juga korban dari fakultas lain. Berdasarkan informasi yang dihimpun, lebih dari 35 orang yang menjadi korban konten porno deepfake pelaku.
Korban ini dan korban lainnya sedang berkoordinasi melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian atau menunggu sanksi yang diberikan pihak rektorat.
Trending Now