Mainan Diduga dari Jarum Suntik Bekas di Sekolah, Dinkes DIY: Bahaya Penyakit

24 Oktober 2025 18:37 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mainan Diduga dari Jarum Suntik Bekas di Sekolah, Dinkes DIY: Bahaya Penyakit
Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinkes DIY) tengah menelusuri informasi beredarnya mainan jarum suntik bekas di sekolah-sekolah. Awalnya informasi itu viral di media sosial.
kumparanNEWS
Ilustrasi jarum suntik bekas pakai. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jarum suntik bekas pakai. Foto: Dok. Istimewa
Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinkes DIY) tengah menelusuri informasi beredarnya mainan jarum suntik bekas di sekolah-sekolah. Awalnya informasi itu viral di media sosial.
Plt Kepala Dinkes DIY Akhmad Akhadi mengatakan, jika benar jarum suntik itu bekas maka sangat berbahaya bagi masyarakat karena bisa menularkan penyakit.
"Banyak penyakit yang (bisa) ditularkan melalui suntikan bekas. Karena banyak penyakit-penyakit yang ditularkan melalui darah. Kalau kemudian darah dari satu orang atau dari satu individu pindah ke individu lain, individu yang tadinya pertama kali menggunakan suntik itu punya bibit penyakit, maka dia akan tertular pada orang lain," kata Akhmad melalui sambungan telepon, Jumat (24/10).
Apabila jarum suntik itu bekas hewan, Akhmad menegaskan juga tak kalah bahaya.
"Karena ada penyakit-penyakit yang ditularkan melalui darah yang ditularkan dari hewan ke manusia adalah penyakit-penyakit zoonotik namanya," katanya.
Beberapa penyakit yang ditularkan dari hewan di antaranya flu burung hingga rabies.
"Meskipun mekanisme penularannya tidak semua melalui darah Tapi kesimpulannya bahwa pemakaian suntikan bekas itu berbahaya dan tidak boleh. tidak boleh jatuh ke masyarakat atau kemudian kembali ke masyarakat," bebernya.
Akhmad bilang akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten dan kota. Petugas sanitarian dan kesehatan masyarakatnya dari Puskesmas itu untuk mengecek kebenaran informasi dan mencari sumbernya suntikan tersebut.
Trending Now