Makan Gratis Bagi Perantau Sumatera Terdampak Bencana di Warung Gudeg di Yogya

5 Desember 2025 13:09 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Makan Gratis Bagi Perantau Sumatera Terdampak Bencana di Warung Gudeg di Yogya
Di Yogyakarta salah satu warung gudeg legendaris Gudeg Yu Djum Pusat menyediakan 150 porsi makanan gratis bagi perantau Sumatera terdampak bencana.
kumparanNEWS
Gudeg Yu Djum Pusat di Ringroad Utara, Sleman, siapkan makan gratis untuk perantau dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gudeg Yu Djum Pusat di Ringroad Utara, Sleman, siapkan makan gratis untuk perantau dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
Bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus mengalir.
Di Yogyakarta, salah satu warung gudeg legendaris Gudeg Yu Djum Pusat yang berada di Ringroad Utara, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyediakan 150 porsi makanan gratis tak hanya untuk mahasiswa tetapi juga untuk perantau asal ketiga daerah tersebut.
Mereka juga menyediakan makanan rumahan Nusantara seperti menu ayam goreng dan sop pada hari ini. Tujuannya sebagai pilihan menu bagi mereka yang tidak suka rasa manisnya gudeg.
"Ini tuh memang spontanitas dari kita aja. Kasihan juga yang mahasiswa, pelajar, yang bertempat tinggal di Yogya khususnya, ya. Terus kita juga kebetulan juga punya usaha makan. Saya juga seorang ibu. Jadi ya itulah spontanitas aja," kata pemilik Gudeg Yu Djum Pusat, Anistria Febriani, ditemui di warungnya, Jumat (5/12).
Gudeg Yu Djum Pusat di Ringroad Utara, Sleman, siapkan makan gratis untuk perantau dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
Suasana warung Gudeg Yu Djum Pusat di Ringroad Utara, Sleman, siapkan makan gratis untuk perantau dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
"Perantau juga boleh. Jadi, memang yang musibah yang kemarin terjadi di Sumbar, Sumut sama di Aceh yang terdampak, itu siapa aja boleh mau ke sini makan (tak hanya mahasiswa)," jelasnya.
Setiap harinya warung buka dari jam 10.00 sampai jam 18.00 WIB. Anistria bilang jika ada kemampuan lebih insyaallah porsi akan ditambah. Program ini rencananya akan berlangsung selama dua minggu ke depan.
Perantau dari tiga provinsi itu cukup menunjukkan KTP saja untuk makan gratis. Dengan menunjukkan KTP diharapkan program bisa tepat sasaran.
"Mau sehari tiga kali makan di sini, boleh," katanya.
Direktur Bisnis Gudeg Yu Djum Pusat Adi Satria Mahardika mengatakan lokasi di sini dipilih karena berdekatan dengan tempat tinggal mahasiswa.
"Ini inisiatif bu owner tahu-tahu WA di grup bikin ini. Bencana ini kita rasakan sama-sama. Kita juga saudara. Sama-sama orang Indonesia," kata Adi.
Adi mengatakan bantuan ini tak seberapa hanya bantuan dasar. "Sik penting maem (makan). Bekerja berkuliah tenang. Dasarnya itu," katanya.
Warung juga menyediakan tempat VIP untuk memfasilitasi perantau yang makan di warung. "Di tempat paling baik," pungkasnya.
Trending Now