Malaysia Tak Cuma Salah Sebut Nama Prabowo, tapi Juga PM Singapura dan Thailand

27 Oktober 2025 13:55 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Malaysia Tak Cuma Salah Sebut Nama Prabowo, tapi Juga PM Singapura dan Thailand
Radio Televisyen Malaysia (RTM) minta maaf lagi, kali ini karena salah sebut nama PM Singapura dan Thailand.
kumparanNEWS
Presiden AS Donald Trump (kelima kiri) foto bersama dengan Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) dan pemimpin Asia Tenggara saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Minggu (26/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump (kelima kiri) foto bersama dengan Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) dan pemimpin Asia Tenggara saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Minggu (26/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
Radio Televisyen Malaysia (RTM) yang merupakan stasiun penyiaran publik milik pemerintah Malaysia kembali menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan penyebutan nama pejabat. Saat KTT ASEAN pekan lalu mereka ternyata salah sebut sejumlah pemimpi Asia Tenggara.
Komentator KTT ASEAN salah menyebut nama PM Singapura sebagai Lee Hsien Loong, bukan Lawrence Wong yang merupakan perdana menteri saat ini.
Komentator RTM juga salah menyebut nama PM Thailand sebagai Srettha Thavisin, bukan Anutin Charnvirakul yang merupakan perdana menteri saat ini. Sretta Thavisin merupakan PM Thailand periode 2023 hingga 14 Agustus 2024.
PM Singapura Lawrence Wong bersama istrinya Loo Tze Lui tiba untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (25/10/2025). Foto: X/@kpkt_gov
Pemimpin Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul saat para anggota parlemen memilih perdana menteri Thailand di ruang sidang parlemen di Bangkok, Thailand, Jumat (5/9/2025). Foto: Chalinee Thirasupa/Reuters
"Pihak RTM memandang serius perkara ini dan tindakan sewajarnya telah diambil," kata RTM dalam keterangannya, Senin (27/10).
RTM pun meminta maaf kepada kedua perdana menteri dan pemerintahan masing-masing negara atas kesalahan penyebutan nama pimpinan negara.
"RTM juga akan terus meningkatkan kawalan editoral dan semakan fakta bagi memastikan setiap maklumat yang disampaikan adaalah tepat serta berintegriti," pungkas RTM.
RTM juga meminta maaf karena salah menyebut nama presiden Indonesia. RTM malah menyebut nama Presiden ke-7 Joko Widodo, bukan Prabowo Subianto yang merupakan presiden periode 2024-2029.
Trending Now