Mandor Proyek di Bali Diduga Tewas Dibunuh, Ada Luka Iris Pada Leher

27 Oktober 2025 19:01 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mandor Proyek di Bali Diduga Tewas Dibunuh, Ada Luka Iris Pada Leher
Seorang mandor proyek di Gianyar, I Wayan Sedhana, ditemukan tewas dengan luka di leher. Hasil autopsi menunjukkan korban dibekap dan diduga dibunuh lebih dari satu pelaku.
kumparanNEWS
Ilustrasi Garis Polisi. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Garis Polisi. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Seorang mandor proyek saluran irigasi bernama I Wayan Sedhana (laki-laki, 54 tahun) ditemukan tewas di Subak Tenggaling Banjar Puseh, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Sabtu (25/10).
Wayan Sedhana diduga tewas dibunuh. Tapi, sampai saat ini polisi masih menyelidiki kebenaran dan penyebab kematian Wayan Sedhana.
"Sementara data olah TKP ada luka robek pada leher korban. Untuk hal lainnya masih dalam penyelidikan, tim masih bekerja di lapangan," kata Kasi Humas Ipda Gusti Ngurah Suardita saat dikonfirmasi, Senin (27/10).

Pelaku Diduga Lebih dari 1 Orang

Jenazah korban telah diautopsi di RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar, pada Senin (27/10). Dari hasil autopsi, terdapat 16 luka ditemukan pada kepala, wajah dan leher korban.
Hasil autopsi menunjukkan ada dugaan korban dibekap dan dipukuli. Korban lalu tewas akibat luka sayat atau irisan sebanyak dua kali pada bagian leher.
"Kalau di daerah wajah, itu di sekitar mulut dan hidung. Itu ada luka-luka memar yang dari gambarannya sesuai peristiwa pembekapan," kata Ahli Forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah, Ida Bagus Alit SpFM (K).
Ia memaparkan luka di leher korban.
"Dilihat dari luka yang ada di lehernya. Nah itu luka kekerasan tersebut, minimal ada dua kali kekerasan yang ada di leher dan sebab kematiannya adalah kekerasan tajam pada leher yang menimbulkan putusnya pembuluh darah besar di leher," ucap Alit.
Sementara di lokasi kejadian, polisi menemukan barang bukti berupa gergaji di dekat tubuh korban. Alit menduga, leher korban kemungkinan dilukai dengan alat itu.
"Itu dari gambaran (luka) memang sesuai dengan gergaji. Karena itu dilakukan dua kali irisan gerakan," katanya.
Alit lalu menjelaskan, dari luka-luka korban ada kemungkinan pelaku pembunuhan ini lebih dari satu orang.
"Dilihat dari pola-pola lukanya, juga kita menemukan adanya luka-luka yang sesuai dengan (korban) dipegang ya, ada friksi (luka lecet akibat dipegang) ya. Itu mengindikasikan bahwa pelakunya lebih dari satu orang," sambungnya.
Korban diduga tewas 10-15 menit setelah dianiaya pelaku, atau 24 sampai 36 jam sebelum dievakuasi ke rumah sakit pada Sabtu (25/10) pukul 16.45 WITA.
Trending Now