Marak Penipuan SMS-Telepon, Komdigi Minta Operator Bikin Infrastruktur Anti-scam

14 November 2025 17:44 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Marak Penipuan SMS-Telepon, Komdigi Minta Operator Bikin Infrastruktur Anti-scam
Dirjen Ekosistem Ruang Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyebut kerugian dari penipuan melalui SMS dan telepon mencapai Rp 7 triliun pada tahun 2025 ini.
kumparanNEWS
Ilustrasi penipuan melalui smartphone. Foto: panuwat phimpha/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penipuan melalui smartphone. Foto: panuwat phimpha/Shutterstock
Dirjen Ekosistem Ruang Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyebut kerugian dari penipuan melalui SMS dan telepon mencapai Rp 7 triliun pada tahun 2025.
Komdigi pun akan meminta operator seluler untuk membangun infrastruktur anti-scam untuk mengurangi banyaknya penipuan.
β€œNah, bagaimana kita melakukan pencegahan ini kan hal yang selanjutnya. Ada dua hal. Yang pertama mungkin yang business responsibility daripada operator seluler itu harus kita ajak lah mereka supaya be more responsible terhadap bisnis yang mereka jalankan,” ucap Edwin di Kantor Komdigi, Jakarta, Jumat (14/11).
β€œMereka harus protect customer mereka. Caranya bagaimana? Dalam waktu dekat nanti akan Ibu Menteri (Meutya Hafid) sendiri yang akan mengumumkan mereka diminta untuk membangun infrastruktur ataupun anti-scam technology-nya mereka,” tambahnya.
Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat pada Jumat (14/11). Foto: Abid Raihan/kumparan
Menurut Edwin, banyak modus penipuan melalui seluler adalah menggunakan nomor yang di-masking. Para operator pun diminta agar memikirkan bagaimana cara agar masking nomor tak bisa dilakukan.
β€œJadi untuk menindunginya jangan sampai spam call yang menggunakan masking, nomor-nomor yang di-masking. Sekarang ada trendnya nih masking jadi pakai nomor dalam negeri pakai teknologi SIP trunking keluar masuk lagi dengan nomor yang ter-cover melalui MSS. Nah, ini yang mereka diminta untuk develop ini,” ucap Edwin.
β€œNah, dari sisi policynya bagaimana? Policy kan Komdigi. Nah, dua hal yang kita review. Yang kita review adalah bagaimana proses masking itu, nomor-nomor itu bisa terjadi dan hal apa yang kita bisa lakukan supaya itu tidak bisa terjadi lagi di kemudian hari atau memperkecil ruang itu,” tambahnya.
Trending Now