Massa Buruh Mulai Bubarkan Diri, Macet Parah di Jalan Pantura Cikarang Terurai

3 November 2025 15:35 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa Buruh Mulai Bubarkan Diri, Macet Parah di Jalan Pantura Cikarang Terurai
Kemacetan parah di ruas Jalan Pantura Cikarang, Jawa Barat imbas demonstrasi buruh di depan pabrik ban Michelin mulai terurai.
kumparanNEWS
Ruas jalan Pantura dari arah Karawang menuju Bekasi macet imbas demo buruh, Senin (3/11/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ruas jalan Pantura dari arah Karawang menuju Bekasi macet imbas demo buruh, Senin (3/11/2025). Foto: kumparan
Kemacetan parah di ruas Jalan Pantura Cikarang, Jawa Barat imbas demonstrasi buruh di depan pabrik ban Michelin mulai terurai.
Pantauan di lokasi, Senin (3/11), sekitar pukul 13.45 WIB massa aksi akhirnya mulai membuka jalan setelah kurang lebih empat jam menutup jalan.
Sejumlah kendaraan dari arah Bekasi pun akhirnya bisa bergerak kembali menuju Karawang.
Namun sebelum membubarkan diri, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mewanti-wanti perusahaan agar memenuhi tuntutan para massa aksi dalam 7 hari ke depan.
"Kalau sampai 7 hari ini juga tidak dipenuhi, maka ini Michelin, Multistrada itu artinya sudah melawan negara, kawan-kawan sekalian dan itu disampaikan tegas, gitu ya," kata dia.
Ruas jalan Pantura dari arah Karawang menuju Bekasi lumpuh total imbas demo buruh, Senin (3/11/2025). Foto: kumparan
Dia meminta massa aksi yang terkena PHK maupun dirumahkan agar tetap tenang.
"Apakah ini sudah selesai? Belum, ini belum selesai. Selanjutnya adalah untuk kawan-kawan semuanya yang telah mendapatkan pemberitahuan PHK, skorsing dan lain sebagainya itu nunggu arahan kami selanjutnya, yang terpenting adalah kita hari ini selesai," jelasnya.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Mustofa, menyampaikan terima kasih kepada massa buruh yang berunjuk rasa secara tertib.
Meski sempat menimbulkan kemacetan panjang, ia memastikan arus lalu lintas saat ini mulai terurai kembali.
"Memang tadi sempat ada pengalihan arus lalu lintas berkaitan dengan mobil pemandu yang tadi, tapi rekan-rekan juga bisa melihat, ya, sekali tutup, sekali buka, jadi kita buka, kita kontrol, semua tetap jalan," katanya.
Ruas jalan Pantura dari arah Karawang menuju Bekasi lumpuh total imbas demo buruh, Senin (3/11/2025). Foto: kumparan

Penjelasan Michelin

Corporate Communication Manager Michelin Indonesia, Monika Rensina, menegaskan perusahaan sepenuhnya mendukung hak pekerja dan serikat untuk menyampaikan keprihatinan mereka.
Meski belum menyampaikan secara rinci besaran jumlah karyawan yang terdampak, Monika menyebut perusahaan telah mendorong dialog yang damai dan konstruktif di antara semua pihak.
"Kami juga telah mendengar masukan tersebut dan, sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) serta ketentuan hukum yang berlaku, kami telah mengajukan diskusi bipartit dengan serikat. Kami berharap diskusi ini dapat berlangsung positif dan konstruktif untuk menemukan solusi terbaik bagi semua pihak," ucap Monika dalam keterangannya kepada kumparan, Senin (3/11).
Massa aksi dari serikat pekerja pabrik ban Michelin dan SPSI di depan pabrik ban Michelin di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada Senin (3/11). Foto: Abid Raihan/kumparan
Menurutnya, proses PHK dilakukan karena perusahaan menyesuaikan kapasitas produksi dan tenaga kerja agar tetap selaras dengan tujuan strategis perusahaan, serta menjawab dinamika permintaan pasar yang terus berkembang.
"Penyesuaian ini merupakan langkah penting untuk menjaga daya saing dan memastikan keberlanjutan jangka panjang organisasi, seiring dengan upaya kami untuk memperkuat posisi sebagai pabrik unggulan untuk ban kualitas dunia," katanya.
Perusahaan produsen ban itu menyatakan komitmen untuk memperlakukan setiap individu dengan rasa hormat dan penuh empati di sepanjang proses PHK massal.
"Kami juga berupaya mendukung rekan-rekan yang terdampak melalui pemberian paket kompensasi yang kompetitif, pendampingan karier, serta akses terhadap berbagai sumber daya untuk membantu mereka dalam menjalani langkah berikutnya," pungkasnya.
Trending Now