Mau Revitalisasi Kota Tua, Pramono Bentuk Task Force Bareng Danantara-Kemenekraf
18 Oktober 2025 19:13 WIB
·
waktu baca 3 menit
Mau Revitalisasi Kota Tua, Pramono Bentuk Task Force Bareng Danantara-Kemenekraf
Gubernur Jakarta Pramono Anung bersama pemerintah pusat sepakat untuk membuat suatu task force revitalisasi Kota Tua menjadi area transit oriented development (TOD).kumparanNEWS

Gubernur Jakarta Pramono Anung bersama Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, Wamenekraf Irene Umar, dan Wamen PPPA Veronica Tan sepakat untuk membuat suatu task force revitalisasi Kota Tua menjadi area transit oriented development (TOD). Kesepakatan itu diambil usai mereka meninjau kawasan Kota Tua pada Sabtu (18/10).
“Kami melihat dan kami bersama-sama antara pemerintah pusat dan pemerintah Jakarta ingin melakukan perbaikan pembenahan Kota Tua. Tentunya tidak bim salabim kemudian jadi, kita rencanakan lebih terstruktur,” ucap Pramono usai meninjau.
“Untuk itu beberapa hal yang akan kami lakukan, tadi kami sudah bersepakat untuk ada task force yang terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah Jakarta. Nantinya dalam perjalanan pasti akan ada BUMN, BUMD, dan swasta,” tambahnya.
Pram menyebut task force ini nantinya akan mendetailkan porsi masing-masing dalam mengerjakan revitalisasi ini.
“Di tahap awal, di tahun 2026 ini, yang akan dilakukan oleh pemerintah Jakarta, yang menjadi tanggung jawab pemerintah Jakarta adalah memperbaiki sarana-prasarana dasar. Jalan, sungai, dan sebagainya, kita akan perbaiki termasuk pedestrian,” jelas Pram.
Salah satu perubahan besar di Kota Tua nantinya, menurut Pram, adalah memindahkan kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dari kawasan Cikini ke Kota Tua.
“Termasuk kemudian kami akan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memindahkan IKJ. Untuk memindahkan IKJ ke tempat ini,” ucap Pramono.
“Sehingga dengan demikian ini benar-benar menjadi tempat di mana para seniman dan sebagainya akan bisa berimprovisasi dan kami harapkan betul daerah cagar budaya yang heritage ini, secara pelan-pelan akan kita sempurnakan sehingga akan naik kelas,” tambahnya.
Pram menjelaskan bahwa proyek ini akan berjalan dalam jangka panjang.
“Yang paling utama adalah tentunya di tahun 2029 dan di tahun 2027, 2027 adalah 500 tahun Jakarta, 2029 MRT-nya sudah selesai sampai Kota Tua,” ucap Pram.
“Sehingga dengan demikian benar-benar daerah ini sudah harus siap untuk menjadi tempat baru, hub baru, bagi Jakarta yang ya tentunya semua masyarakat bisa, tetapi kita ingin juga secara khusus menarik turis-turis dari Eropa Barat, Eropa Timur, ya tentunya juga dari Asia, Jepang, China, dan sebagainya,” tambahnya.
Di sisi lain, Rosan Roeslani menyebut bahwa Danantara akan meninjau gedung-gedung milik BUMN yang berada di Kota Tua. Kata dia, gedung-gedung itu akan diperbaiki.
“Karena memang kalau kita lihat ada beberapa gedung di sini yang memang dimiliki oleh Badan Usaha milik Negara atau BUMN. Contohnya dimiliki oleh Mandiri, dimiliki oleh PT POS, dimiliki oleh PT KAI, dan yang lain-lain,” ucap Rosan.
“Nah, jadi oleh sebab itu pada tahap awal ini, sembari kita akan membuat program ini dan juga proposalnya yang baik, yang benar, kita akan memulai untuk memperbaiki dulu gedung-gedung yang memang di bawah BUMN ini,” tambahnya.
Untuk memulainya, Rosan menyebut akan memanggil masing-masing BUMN yang memiliki gedung di Kota Tua untuk merencanakan perbaikan.
“Kemudian kita tetap akan berkomunikasi, berkoordinasi, berkolaborasi terus, agar kedepannya apa nih yang akan direncanakan secara bersama-sama, itu bisa kita laksanakan sesuai dengan porsinya masing-masing,” ucap Rosan.
“Tapi ya ini adalah kerja kolektif yang membutuhkan kolaborasi dan sinergi yang sangat besar,” tandasnya.
