Mayat Pria Ditemukan di Bawah Pohon Kopi di Karo, Diduga Korban Pembunuhan
18 September 2025 10:51 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Mayat Pria Ditemukan di Bawah Pohon Kopi di Karo, Diduga Korban Pembunuhan
Warga Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, digegerkan dengan penemuan mayat di bawah pohon kopi dekat area pemakaman umum, Selasa (16/9).kumparanNEWS

Warga Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, digegerkan dengan penemuan mayat di bawah pohon kopi dekat area pemakaman umum, Selasa (16/9).
Korban diketahui bernama Melky Refanta Perangin-angin (32 tahun), warga setempat.
Kasi Humas Polres Tanah Karo, Iptu Pedoman Maha, mengatakan mayat tersebut diduga korban pembunuhan. Namun, kepastian menunggu hasil autopsi.
βKita tunggu hasil autopsi dulu, belum bisa kita pastikan. Kalau dugaan pembunuhan ada, tapi semua harus dibuktikan dengan autopsi,β ujarnya, Kamis (18/9).
Kapolsek Simpang Empat, AKP Domdom Panjaitan, membenarkan temuan tersebut. Ia menegaskan pihaknya bersama Inafis Polres Tanah Karo sudah melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah.
βDari hasil awal, kuat dugaan ini tindak pidana. Saat ini kami masih menyelidiki untuk mengungkap pelaku serta motifnya,β kata Domdom.
Menurut keterangan adik korban, Rocky Perangin-angin, Melky terakhir kali terlihat pada Senin (15/9) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, ia dijemput seorang pria bernama Ganda Nainggolan dan tidak pernah kembali ke rumah.
Keluarga lalu mencari Melky ke ladang Seledang. Pencarian berakhir dengan ditemukannya gundukan tanah mencurigakan di bawah pohon kopi.
βSaat digali, terlihat adanya kejanggalan hingga akhirnya dilaporkan ke Polsek Simpang Empat,β kata Rocky.
Domdom bersama tim Inafis dan perangkat desa turun ke lokasi. Setelah penggalian, ditemukan sosok pria hanya mengenakan celana dalam. Pihak keluarga memastikan jenazah itu adalah Melky.
βTidak ada harta benda maupun pakaian lain yang melekat pada tubuh korban,β jelas Domdom.
Jenazah dibawa ke RSU Kabanjahe untuk visum, kemudian akan diautopsi di RS Bhayangkara TK II Medan guna mengetahui penyebab kematian.
βKami sedang menghimpun keterangan saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti. Penanganan cepat ini bentuk keseriusan kami agar kasus segera terungkap,β pungkas Domdom.
