Megawati Soroti Bencana Aceh-Sumatera, Singgung Marak Pembalakan Hutan

1 Desember 2025 10:21 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Megawati Soroti Bencana Aceh-Sumatera, Singgung Marak Pembalakan Hutan
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Barat.
kumparanNEWS
Seorang perempuan berdiri di tengah batang-batang pohon yang terdampar di pantai setelah banjir bandang dan tanah longsor yang mematikan, di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang perempuan berdiri di tengah batang-batang pohon yang terdampar di pantai setelah banjir bandang dan tanah longsor yang mematikan, di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Barat. Ratusan orang meninggal dunia imbas kejadian itu.
Megawati menilai, bencana hidrometeorologi parah yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah cermin tragis dari kegagalan kebijakan dan lemahnya supremasi hukum.
​“Ibu Ketua Umum senantiasa memberikan instruksi harian kepada seluruh jajaran partai. Konteks bencana besar yang terjadi di Sumatera—dengan korban jiwa mencapai ratusan—membuktikan bahwa politik lingkungan yang selalu ditekankan Ibu Megawati melalui gerakan Merawat Pertiwi adalah suatu kebenaran,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Senin (1/12).
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam pelantikan pengurus DPP PDIP periode 2025-2030, Kamis (14/8/2025). Foto: PDIP
Hasto mengatakan, banyaknya bencana alam terjadi akibat kesalahan manusia, kesalahan kebijakan politik, dan tidak adanya supremasi hukum. Ia menyoroti bagaimana pembalakan hutan, terjadi secara ilegal, terjadi di mana-mana akibat tiadanya penegakkan hukum.
​“Pembalakan hutan terjadi di mana-mana dengan pembenaran kemanfaatan perekonomian, food estate, hingga hilirisasi industri. Alam sangat menderita, terjadi ketidakseimbangan ekosistem, diperparah oleh global warming. Akhirnya, kerusakan lingkungan menjadi ancaman bagi eksistensi umat manusia di muka bumi,” ujar Hasto.
PDIP menyerukan stop penebangan pohon-pohon, lindungi hutan-hutan dan ekosistem kehidupan selamatkan mata air sungai. Bagi PDIP, harus dikedepankan moratorium penebangan hutan serta penegakan hukum yang tegas agar tidak boleh lagi ada backing aparat yang melindungi praktik ilegal.
Seorang perempuan berjalan di antara batang-batang pohon yang terdampar di pantai setelah banjir bandang dan tanah longsor yang mematikan, di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Suasana permukiman Jorong Kayu Pasak yang rusak akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTO
Hasto menegaskan, merawat Pertiwi bukan sekadar slogan musiman, melainkan telah menjadi kultur partai sejak zaman Bung Karno (BK) dan kepemimpinan Megawati.
​“Gerakan merawat bumi ini adalah manifestasi rasa cinta tanah air. Dengan merawat bumi, kita menjalankan nilai-nilai kemanusiaan dan filosofi Tat Twam Asi (Aku adalah Engkau, Engkau adalah Aku),” jelasnya.
Hasto mengatakan, Megawati telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana PDIP harus berdiri di depan untuk membantu korban bencana di Aceh hingga Sumbar. Baguna harus bergerak cepat, tepat sasaran, dan bergotong royong membantu rakyat yang menjadi korban.
Hasto memberikan contoh nyata dari gerakan kader di Sumatera Utara yang langsung turun ke lapangan.
“Ambil contoh di Sumut, Rapidin Simbolon, Sofyan Tan, dan kader lain langsung turun ke bawah, memastikan bantuan dan pertolongan sampai kepada korban,” kata Hasto.
Jumlah korban jiwa dalam bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh terus bertambah. Hingga Minggu (30/11) malam, korban jiwa mencapai 442 orang.
Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers.
Berikut rinciannya:
Trending Now