Melihat Dapur MBG di Bandung Barat: Kini Tutup Usai Kasus Siswa Keracunan
26 September 2025 15:46 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Melihat Dapur MBG di Bandung Barat: Kini Tutup Usai Kasus Siswa Keracunan
kumparan mendatangi SPPG itu pada Jumat (26/9). Suasana dapur itu terlihat sepi dan tidak ada aktivitas karena sudah ditutup.kumparanNEWS

Jumlah korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat mencapai 1.333 orang. Jumlah ini merupakan akumulasi keracunan sejak Senin hingga Kamis, 22-25 September 2025.
Menu MBG yang disajikan berasal dari beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPGβdapur MBG) di Bandung Barat. Salah satunya SPPG Yayasan Rajib Putra Barokah Dapur Makmur Jaya di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.
kumparan mendatangi SPPG itu pada Jumat (26/9). Suasana dapur itu terlihat sepi dan tidak ada aktivitas karena sudah ditutup.
Tiga unit mobil SPPG terparkir di halaman. Terdapat beberapa orang yang berjaga, namun saat dimintai keterangan, mereka menjawab tidak berwenang untuk memberikan pernyataan.
Meski berhenti beroperasi sejak peristiwa keracunan massal pada Senin (22/9), dapur tersebut tidak dipasangi garis polisi atau gembok. Tidak ada juga penjagaan dari aparat.
Setiap hari, dapur SPPG yang memasok makanan ke sekolah di Cipongkor biasanya memasak sekitar 3.467 porsi.
βJadi dapurnya ditutup sementara sambil menunggu hasil evaluasi. Nanti akan dilihat apa yang salah atau ada kelalaian,β kata Lia saat dikonfirmasi, Rabu (24/9).
Masih Ada Dapur yang Belum Memenuhi Standar
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengakui masih ada dapur MBG yang belum memenuhi standar kesehatan. Dari 85 dapur yang tersebar di wilayahnya, beberapa di antaranya belum memiliki sertifikat laik sehat.
βDari 85 dapur, memang ada yang belum memiliki sertifikat laik sehat. Jadi harus dicek izin dan sertifikat laik sehatnya dari Dinas Kesehatan,β jelas Jeje.
Ia menegaskan, dapur Makmur Jaya yang menjadi pemasok menu MBG di Cipongkor dihentikan sementara karena diduga menjadi sumber keracunan.
βSaya menyetop sementara satu SPPG dan menetapkan status KLB. Intinya, kesehatan dan keselamatan siswa yang paling utama,β ujar Jeje.
