Melihat Jembatan Cilalay yang Jadi Saksi Bisu Jasad Alvaro Dibuang Ayah Tiri
26 November 2025 4:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Melihat Jembatan Cilalay yang Jadi Saksi Bisu Jasad Alvaro Dibuang Ayah Tiri
Korban penculikan dan pembunuhan, Alvaro Kiano Nugroho (6), ditemukan di bawah Jembatan Cilalay, Kecamatan Tenjo, Bogor. Ketika ditemukan, jasad bocah itu hanya tinggal tulang belulang.kumparanNEWS

Korban penculikan dan pembunuhan, Alvaro Kiano Nugroho (6), ditemukan di bawah Jembatan Cilalay, Kecamatan Tenjo, Bogor. Ketika ditemukan, jasad bocah itu hanya tinggal tulang belulang.
Lokasi penemuan kerangka Alvaro berada tepat di sisi jalan yang terbilang sepi dari lalu lalang kendaraan. Kendaraan yang melintas terlihat didominasi truk.
Di lokasi temuan sudah dipasangi garis polisi, di sekitarnya hanya tampak semak dan air Kali Cirewed yang alirannya tak terlalu deras. Terlihat pula adanya sampah berserakan di sana yang didominasi batok kelapa hingga bungkusan plastik.
Namun demikian, jarak dari lokasi temuan mayat ke Polsek Tenjo dan Kantor Kecamatan Tenjo hanya sekitar 1,5 kilometer atau hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit saja menggunakan motor.
Cerita Saksi Temukan Kerangka Alvaro
A. Sunaryo (67) menjadi salah seorang warga sekaligus saksi ketika kerangka Alvaro Kiano Nugroho ditemukan di Jembatan Cilalay, Bogor. Letak rumah dan warung milik Sunaryo berada dekat dengan jembatan. Dia turut serta mencari jenazah Alvaro bersama polisi.
Sunaryo menceritakan temuan mayat Alvaro bermula saat sejumlah polisi mendatangi rumahnya pada Jumat (21/11) sore. Saat itu, polisi datang bersama seorang yang diduga pelaku yakni Alex Iskandar (49), dengan tangan terikat. Polisi lalu memberi tahu sedang mencari mayat Alvaro yang dibuang di sekitar Jembatan Cilalay.
Namun, dikarenakan waktu sudah mau larut malam, pencarian diputuskan mulai dilakukan pada Sabtu (22/11). Ketika itu, Sunaryo mengatakan kepada polisi bahwa mayat Alvaro tak mungkin hanyut di kali yang alirannya tak terlalu deras. Dia meyakini mayat Alvaro tersangkut dan berada di sekitar tumpukan sampah.
"Kata saya ini bersihin sampah ini enggak bakalan kelar satu hari, tapi perkiraan saya, saya bilang kali ini kecil mungkin bisa aja nyangkut gak tau agak hilir. Perasan saya sih masih di kali kecil ini (tersangkut)" kata dia saat ditemui kumparan di lokasi, Selasa (25/11).
Sampah yang menumpuk kemudian dibersihkan dan anjing pelacak dikerahkan untuk turut serta mencari. Namun, pencarian pada hari pertama hasilnya nihil. Lalu, pencarian dilanjutkan Minggu (23/11). Saat itulah, mayat Alvaro ditemukan berada di tumpukan sampah paling bawah.
Mayat itu berada dalam kondisi tinggal tulang belulang yang berserakan. Plastik berwarna hitam dan kain yang membungkus mayat pun sudah koyak, diduga ulah hewan buas. Ada ular Piton berukuran besar dan biawak yang masih sering terlihat di sekitar lokasi.
Kerangkanya Tak Lengkap
Sunaryo pun menyebut tulang belulang yang ditemukan tak lengkap. Dia hanya melihat tulang berukuran kecil dan tengkorak kepala yang masih sedikit utuh. Temuan itu kemudian dibawa oleh polisi untuk diperiksa di RS Polri Kramat Jati.
"Ada bagian tulang kering, kebanyakan tulang iga, terus di situ mungkin ya ada juga ya tulang kecil-kecil, saya juga kurang paham seperti kayak tulang-tulang ayam gitu ya, masih kecil ya. Nah terus itu sama tempurung juga, terus kelopak mata semuanya, tengkorak mata juga ya itu komplit, tengkorak belakang ada," jelas dia.
Sunaryo mengaku terkejut atas temuan itu. Sebab, dia tak pernah mencium bau bangkai. Padahal, tiap hari, dia sering melewati lokasi ditemukannya mayat Alvaro.
Alasan Alex Buang Jasad Alvaro ke Tenjo
Dari hasil pemeriksaan terungkap, Alex memilih lokasi itu karena mengenal area tersebut. Ia mengetahui titik yang sepi untuk membuang jenazah.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo juga menjelaskan bahwa Alex memiliki kerabat yang tinggal di Tenjo.
โAda salah satu kerabat tinggal di sana. Jadi dia sudah bolak-balik, memang pengakuan dari tersangka ini sudah bolak-balik ke Tenjo. Dan dia tahu lokasi mana yang sepi untuk membuang di sana,โ ujarnya dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11).
Tersangka kemudian memilih sebuah area di bawah jembatan yang juga berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah (TPS). Di situlah ia membuang plastik berisi jasad Alvaro.
