Melihat Posko Pengungsian Erupsi Gunung Semeru di SMPN 2 Pronojiwo
21 November 2025 12:40 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
Melihat Posko Pengungsian Erupsi Gunung Semeru di SMPN 2 Pronojiwo
SMP Negeri 2 Pronojiwo dijadikan sebagai lokasi posko pengungsian warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru, Rabu (19/11) lalu.kumparanNEWS

SMP Negeri 2 Pronojiwo dijadikan sebagai lokasi posko pengungsian warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru, Rabu (19/11) lalu.
Pantauan kumparan di lokasi, Jumat (21/11), sebanyak 3 ruangan kelas digunakan warga untuk beristirahat. Bangku-bangku kelas dikosongkan, lalu digelar matras serta terpal sebagai alas. Sejumlah kamar mandi juga telah disediakan untuk para pengungsi.
Tampak para pengungsi sedang beristirahat dan bercengkerama dengan warga lainnya. Ada juga yang tengah menyantap makanan dari bantuan yang diberikan.
Sejumlah relawan berlalu lalang mengirimkan bantuan, mulai dari makanan, kaus kaki, sarung tangan, susu, matras, dan lainnya.
Koordinator posko, Yadin Iwan Setiawan, mengatakan kebanyakan pengungsi di SMPN 2 Pronojiwo warga dari Dusun Kamar A dan Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
"Pengungsi yang ada di sini kebanyakan dari Kamar A. Kalau dari Sumbersari banyak yang di SD 4. Ya campuran sih," kata Yadin saat ditemui di lokasi, Jumat (21/11).
Yadin menyampaikan, kini total jumlah para pengungsi yang menempati SMPN 2 Pronojiwo ini ada 192 orang yang terdiri dari 110 laki-laki dan 82 perempuan.
"Ini yang masuk total ada sekitar hampir 200-an. Masih ada (posko) lainnya di SD 4 sama beberapa tempat. Kami butuh waktu 1 hari untuk mempersiapkan, menerima beberapa yang lain sambil koordinasi," ucapnya.
Ia mengatakan, beberapa pengungsi yang sebelumnya ditempatkan di sejumlah tempat saat ini dipindahkan ke SMPN 2 Pronojiwo. Hal ini untuk mempermudah pelayanan kepada warga yang mengungsi ini.
"Ini hari kedua. Kalau hari sebelumnya beliaunya (para pengungsi) berada di masjid sama berada di SD 4 Supiturang. Kemudian untuk mempermudah pengawasan, untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal disarankan untuk dijadikan satu," ujarnya.
Selain itu, kata dia, SMPN 2 Pronojiwo cukup mumpuni terkait sarana dan prasarana bagi para pengungsi.
"Karena di SMPN 2 (Pronojiwo) ini adalah shelter yang dulu kita pakai di erupsi sebelumnya. Jadi fasilitasnya jauh lebih mumpuni. Untuk kamar mandi kita sudah lumayan banyak ada 14. Tandon air kita punya lumayan banyak, sanyo juga ada 3, minimal untuk kebutuhan MCK yang pertama yang sedikit ribet itu sudah terselesaikan. Jadi gesernya kita sudah dapat 2 hari," katanya.
Siswa Belajar Daring
Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Pronojiwo, Elis Rochmawati, mengatakan karena sekolah dijadikan lokasi pengungsian maka pembelajaran dilakukan daring.
Pembelajaran daring dilaksanakan sejak hari Kamis. Rencananya, kegiatan belajar mengajar secara langsung dilaksanakan pada Senin (24/11) besok.
"Senin besok, kalau sekarang masih daring, belajar di rumah. Kita mengirim tugas lewat WA grup," ujar Elis saat ditemui di lokasi, Jumat (21/11).
"Di sini kegiatan belajar mengajarnya dimulai hari Senin ya. Mulai hari Kamis itu sudah belajar di rumah. Senin masuk normal seperti biasa," tambahnya.
Elis menyampaikan, ada 4 ruangan di SMPN 2 Pronojiwo yang digunakan untuk para pengungsi beristirahat. Namun, hal itu tidak mengganggu proses belajar mengajar ketika berjalan normal.
"Kalau ruang kelas ada 3 kelas, ruang lab IPA 1 kelas (yang digunakan para pengungsi). Tapi alhamdulillah kita pembelajaran tidak terganggu sama sekali, lancar, normal. Hanya ketika pasca erupsi kita harus daring, kondisinya masih darurat," katanya.
Elis mengungkapkan bahwa SMPN 2 Pronojiwo sudah terbiasa digunakan sebagai tempat pengungsian. Sehingga, kegiatan belajar mengajar dan aktivitas pengungsian bisa berjalan beriringan.
"Iya, karena di sini juga tahun dulu biasa seperti itu, lebih dari satu bulan di sini. Kita pakai tenda darurat. Kalau sekarang kan ada 1 ruang yang kosong kelas 9, kemudian ada ruang perpustakaan yang bisa dimanfaatkan dan ruang TIK," ucapnya.
Kini, sejumlah siswa yang tergabung Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) masuk ke sekolah. Mereka ditugaskan untuk membersihkan beberapa ruangan yang akan digunakan sebagai pembelajaran hari Senin besok.
"(Mereka) OSIS. Jadi OSIS kita kumpulkan hari ini untuk mempersiapkan kelas yang akan digunakan untuk hari Senin," ujarnya.
Lebih lanjut, kata Elis, beberapa siswa OSIS hari ini yang berada di sekolah juga masih mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kalau daring nggak dikasih. Cuma ini tadi mungkin miskomunikasi sehingga dikirim, saya minta sejumlah siswa yang masuk saja, OSIS-nya saja yang dapat," kata dia.
"Karena kalau Jumat di sini MBG-nya diberi 2, satunya untuk hari Sabtu keringan, yang satunya dimakan di sini," lanjutnya.
