Melihat Program Revitalisasi SDN Karawang Kulon 3, Dilakukan Swakelola
21 Oktober 2025 14:47 WIB
·
waktu baca 3 menitDiperbarui 17 November 2025 17:51 WIB

Melihat Program Revitalisasi SDN Karawang Kulon 3, Dilakukan Swakelola
Kegiatan pembangunan di sekolah tersebut dilakukan dengan pola swakelola. Seluruh pekerjaan dilakukan langsung oleh pihak sekolah bersama masyarakat.kumparanNEWS

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tak hanya melengkapi fasilitas sekolah, melainkan juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Hal itu terlihat dari pelaksanaan program revitalisasi di SDN Karawang Kulon 3, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.
Kegiatan pembangunan di sekolah tersebut dilakukan dengan pola swakelola. Seluruh pekerjaan dilakukan langsung oleh pihak sekolah bersama masyarakat tanpa melibatkan kontraktor besar.
Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, menjelaskan bahwa pola swakelola bukan hanya efisien, tetapi juga membawa manfaat pada peningkatan ekonomi warga.
Hal itu ia ketahui langsung saat berdialog dengan sejumlah pekerja yang rupanya juga berasal dari warga lingkungan sekolah.
“Dengan sistem swakelola, pekerja, bahan bangunan, hingga pengadaan material semuanya berasal dari lingkungan sekolah. Jadi manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," ujar Salim saat meninjau pelaksanaan revitalisasi di SDN Karawang Kulon 3, Selasa (21/10).
"Di Karawang saja ada Rp 43,6 miliar dana revitalisasi yang tersebar di 46 sekolah, dan ini benar-benar menumbuhkan ekonomi lokal,” tambah dia.
Salim berujar, pola swakelola juga memberi efek berganda (multiplier effect) yang lebih luas bagi masyarakat.
“Revitalisasi sekolah bukan hanya memperbaiki ruang belajar agar lebih aman dan nyaman, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Inilah yang menjadi semangat dan tujuan utama kami dalam menjalankan program ini,” tegasnya.
Adapun program revitalisasi di sekolah ini, meliputi rehabilitasi dua ruang kelas, pembangunan dua ruang kelas baru, dua paket toilet, serta satu ruang UKS dengan total nilai bantuan Rp 1,1 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, menyampaikan terima kasih atas perhatian Kemendikdasmen terhadap pembangunan fasilitas pendidikan di daerah.
“Kami berharap tahun depan jumlah sekolah penerima bantuan bisa meningkat dari 46 menjadi 50 satuan pendidikan,” ujar dia.
Hal senada disampaikan Kepala SDN Karawang Kulon 3, Asep Suryana, yang mengaku bersyukur karena seluruh proses pembangunan dilakukan dengan melibatkan warga sekitar.
“Alhamdulillah, semua pekerja berasal dari lingkungan kami sendiri. Bahan bangunan pun kami beli di toko sekitar sekolah. Dampaknya terasa, banyak warga yang ikut mendapat penghasilan tambahan dari pekerjaan ini,” katanya.
Selain memberikan lapangan kerja, keberadaan proyek revitalisasi juga mendorong kegiatan ekonomi kecil, terutama bagi para pedagang makanan di sekitar sekolah.
"Alhamdulillah mereka juga merasakan manfaatnya, karena kan yang kerja beli ke mereka jadi langsung dirasakan efek dari pembangunan ini," jelasnya.
Secara nasional, program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 menyasar 14.071 sekolah di berbagai jenjang mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA dengan total anggaran Rp 12,12 triliun.
Khusus di Kabupaten Karawang, program ini menyasar 46 satuan pendidikan. Itu terdiri dari 6 PAUD, 25 SD, 13 SMP dan 2 SMA.
