Melihat Stasiun Tanah Abang Penuh Sesak di Jam Pulang Kerja

5 November 2025 18:39 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Melihat Stasiun Tanah Abang Penuh Sesak di Jam Pulang Kerja
Seperti apa suasana Stasiun Tanah Abang saat jam pulang kerja?
kumparanNEWS
Suasana keramaian saat jam pulang kerja di Stasiun Tanah Abang, Tanah Abang, Jakarta Barat, Rabu (5/11/2025). Foto: Xena/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana keramaian saat jam pulang kerja di Stasiun Tanah Abang, Tanah Abang, Jakarta Barat, Rabu (5/11/2025). Foto: Xena/kumparan
Diperkirakan ada ribuan pasang langkah kaki berlari kecil di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/11) petang. Mereka merupakan penumpang KRL yang mengejar kereta tujuan Rangkasbitung di Peron 5 atau dikenal dengan sebutan Green Line.
Pantauan kumparan di lokasi, suasana stasiun mulai memadat sekitar pukul 17.45 WIB. Berbagai orang silih berganti masuk mengejar datangnya kereta. Kebanyakan dari mereka menggunakan jaket, lengkap dengan masker dan tas gemblok di depan dada.
Pengamanan di stasiun dengan siaga terus memberi imbauan agar para penumpang berhati-hati, khususnya dalam melangkah dan menjaga barang pribadi masing-masing.
Tak sedikit dari para penumpang itu membawa berbagai macam bawaan. Mulai dari kardus yang diikat dengan tali, tas jinjing dari plastik dan karton, dan banyak lainnya.
Menurut Manager Public Relations PT KCI Leza Arlan, puncak kepadatan penumpang di jam sibuk sore hari Stasiun Tanah Abang berlangsung dari pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.
"(Padatnya dari) pukul 17.00 sampai 20.00 WIB," ujar Leza saat dihubungi kumparan, Rabu (5/11).
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menggambarkan padatnya aktivitas di Stasiun Tanah Abang Baru dengan perbandingan yang mencolok kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, satu rangkaian KRL (terdiri dari 12 gerbong) yang berangkat dari stasiun ini mampu menampung penumpang setara 20 pesawat Boeing 737 sekali jalan.
Stasiun Tanah Abang Baru melayani banyak rute mulai seperti ke Duri/Angke, Tangerang, Rangkasbitung, Jatinegara, dan Bekasi/Cikarang.
"Per gerbong kurang lebih 300 penumpang saat jam puncak, jadi bisa dibayangkan seperti dua pesawat Boeing 737. Artinya, sekali berangkat satu rangkaian itu seperti 20 pesawat Boeing,โ€ ujar Dudy saat meninjau pengoperasian Stasiun Tanah Abang Baru, Senin (4/11).
Stasiun Tanah Abang kini memiliki empat peron dan enam jalur, dengan kapasitas harian meningkat dari 141 ribu menjadi 380 ribu penumpang. Sejak beroperasi bertahap pada Juni lalu dengan lima tujuan utama, stasiun ini telah melayani sekitar 63 juta penumpang sepanjang Januari-Oktober 2025, atau sekitar 22 persen dari total pengguna KRL Jabodetabek.
Reporter: Xena Olivia
Trending Now