Melihat Toilet SDN 07 Lenteng Agung yang Bergaya Kekinian
5 September 2025 6:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Melihat Toilet SDN 07 Lenteng Agung yang Bergaya Kekinian
Toilet biasanya lekat dengan bayangan jorok, bau, dan tak nyaman. Namun, hal itu tak terasa pada toilet di SD Negeri 07 Lenteng Agung, Jakarta Selatan.kumparanNEWS

Toilet biasanya lekat dengan bayangan jorok, bau, dan tak nyaman. Namun, hal itu tak terasa pada toilet di SD Negeri 07 Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
kumparan menyambangi sekolah itu pada Kamis (4/9) siang. Kepala SDN 07 Lenteng Agung, Subhan Munawar, langsung mendampingi untuk berkeliling.
"Martabat sekolah itu dilihat dari toiletnya," kata Subhan.
Perjalanan dimulai dari toilet murid laki-laki. Begitu masuk, langsung nampak dinding putih yang mencolok mata. Motifnya mirip dengan marmer.
Di situ, terdapat 2 wastafel dan dua cermin. Di tepi cermin juga terdapat lampu LED strip untuk menerangi.
Kemudian, ada pula 3 buah urinoir untuk buang air kecil. Juga terdapat 3 bilik toilet yang dilengkapi dengan kloset jongkok untuk buang air besar.
Toilet tersebut juga dilengkapi dengan ac yang membuat sejuk ruangan. Suasananya bak di mal.
Hal serupa juga ditemukan di toilet wanita. Bedanya, di sini tak ada urinoir dan bilik toilet yang lebih banyak.
Selain itu, sekolah ini juga menyediakan toilet yang ramah untuk difabel. Di samping kloset disediakan handbar untuk membantu difabel berdiri.
Awal Mula Renovasi Toilet
Subhan bercerita, renovasi toilet ini bermula ketika Sudin Pendidikan Jakarta Selatan mengeluarkan instruksi untuk melakukan perbaikan terhadap toilet sekolah.
Setelah instruksi keluar, dia melanjutkan, pihaknya langsung berkoordinasi menentukan gaya toilet yang akan diterapkan di SDN 07 Lenteng Agung.
"Kita searching-searching, lihat interior masa kini. Kita yang bikin konsep," ungkap dia.
Setelah konsep dirumuskan, perbaikan akhirnya mulai dilakukan pada Januari 2025. Prosesnya bertahap hingga akhirnya rampung pada Mei lalu.
Berkat konsep yang dipilih, Subhan melanjutkan, sekolahnya berhasil meraih penghargaan dari Sudin Pendidikan Jakarta Selatan.
"Juara dua (toilet terbaik) tingkat kota," jelas Subhan.
Upaya Perawatan
Seperti kata pepatah, Subhan bilang, lebih sulit mempertahankan sesuatu daripada mendapatkannya. Menurut dia, perlu upaya ekstra untuk menjaga kebersihan toilet ini.
Berbagai upaya pun dilakukan, termasuk menanamkan nilai-nilai untuk menjaga kebersihan kepada seluruh siswa.
"Jadi ada kontribusi juga dari anak-anak. Dan juga anak-anak itu senantiasa diimbau di setiap waktu, baik di upacara atau diberikan pengarahan oleh guru-guru di kelas itu ketika masuk ke toilet itu harus jangan sampai ada sisa air yang muncrat ke lantai," jelasnya.
Tak hanya itu, para siswa juga diberikan tanggung jawab piket untuk membersihkan toilet secara bergilir setiap harinya.
"Jadi itu ekstra dari kerja sama dengan semua guru, semua penjaga sekolah, dan didorong anak-anak juga terlibat dalam menjaga lingkungan toilet ini untuk bisa dipakai lebih tahan lama lagi," ungkap Subhan.
"Karena kan merawat itu lebih susah daripada membuatnya," tutur dia.
