Menag Bicara Nasib Uang Jemaah Haji Furoda yang Gagal Berangkat

4 Juni 2025 18:42 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menag Bicara Nasib Uang Jemaah Haji Furoda yang Gagal Berangkat
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengaku telah mengingatkan kalau haji tahun ini lebih ketat dibanding sebelumnya. Ia mengungkapkan pengurusan visa juga tidak bisa dalam waktu singkat.
kumparanNEWS
Menag Nasaruddin Umar saat konferensi pers di Daker Makkah, Rabu (4/6). Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menag Nasaruddin Umar saat konferensi pers di Daker Makkah, Rabu (4/6). Foto: Moh Fajri/kumparan
Calon jemaah haji furoda banyak yang batal berangkat ke Tanah Suci karena visanya tidak keluar tahun ini. Kondisi tersebut tentu berimbas ke jemaah yang sudah mengeluarkan biaya besar untuk bisa mendapatkan layanan haji furoda.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengaku telah mengingatkan kalau haji tahun ini lebih ketat dibanding sebelumnya. Ia mengungkapkan pengurusan visa juga tidak bisa dalam waktu singkat.
"Sudah tutup (sistem visa Arab Saudi) tidak bisa lagi diakses, inilah yang terjadi, banyak teman-teman terlambat sudah close jadi yang membuka itu yang bisa hanya otoritas yang sangat tinggi," ujar Nasaruddin di Makkah, Rabu (4/6).
Nasaruddin menyarankan jemaah furoda bisa beralih untuk mengantre ke haji khusus. Meski tidak langsung berangkat setelah mendaftar, setidaknya ada kepastian waktu keberangkatan.
Lantas, apakah uang yang sudah dikeluarkan calon jemaah furoda bisa kembali?
Jemaah haji di lobi hotel menunggu keberangkatan ke Arafah. Foto: Moh Fajri/kumparan
β€œNah pengembalian uang ini saya kira itu bergantung dengan organizer-nya baik di Tanah Suci ini maupun juga agen-agen di negeri kita. Dunia kan sangat global, transaksi bisa internasional begitu gampang,” kata Nasaruddin.
Nasaruddin menegaskan pihaknya bukan tidak peduli pada jemaah haji furoda. Ia telah menginstruksikan ke jajarannya kalau ada jemaah haji furoda yang mengalami masalah agar dibantu. Apalagi, kalau sampai terjadi kondisi darurat di Tanah Suci.
β€œDi dalam kondisi darurat kita harus membantu, kecuali kalau misalnya minta berlebihan padahal ada organizer-nya yang mengatur, kan membebani kami, no. Tapi kalau misalnya ada seperti yang kita temukan misal ada yang meninggal tapi tak ada atributnya itu kita perlakukan sebagai WNI,” tutur Nasaruddin.
Trending Now