Menag: Guru Itu Mestinya 'Nabi Kecil', Harus Jauhi Dosa

3 September 2025 14:11 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menag: Guru Itu Mestinya 'Nabi Kecil', Harus Jauhi Dosa
“Bukanlah seorang guru kalau langganan dosa, kumpul kebo melakukan perzinahan, itu gak guru itu,” kata Menag.
kumparanNEWS
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keynote speech pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keynote speech pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut profesi guru sebagai profesi yang mulia. Menurutnya, guru sebagai yang mengajarkan sebuah ilmu haruslah memiliki sifat yang suci.
“Jadi guru itu betul-betul perlu melakukan proses pembatinan materi ajarnya dan guru itu mestinya nabi kecil ya harus menjauhi dosa,” kata Nasaruddin di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta pada Rabu (3/9).
Menurutnya, bukan guru apabila perilakunya masih sering melakukan hal yang menyimpang. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa kalau tak sanggup menjadi guru, lebih baik mengundurkan diri.
“Bukanlah seorang guru kalau langganan dosa, kumpul kebo melakukan perzinahan, itu gak guru itu,” tuturnya.
“Seorang guru itu harus suci di langit, suci di bumi, kalian tidak gampang menjadi seorang guru,” sambungnya.
Menag Nasaruddin Umar bersama jajaran Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Ditjen Pendidikan Islam. Foto: Kemenag RI
Lebih lanjut, Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan guru yang profesional itu harus bisa memahami cara belajar dan cara mengajar tak hanya menyampaikan ilmu, tapi bagaimana ilmu itu benar-benar diterapkan oleh murid.
“Kata kunci untuk mengembangkan suatu bangsa nomor satunya ialah pendidikan kalau kita berbicara tentang pendidikan salah satu subkulturnya itu adalah guru itu sendiri,” pungkasnya.
Trending Now