Menag: Kerukunan Jakarta Bukan Pilihan, Tak Ada Negara Ideal Tanpa Rakyat Ideal

9 Januari 2026 23:12 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menag: Kerukunan Jakarta Bukan Pilihan, Tak Ada Negara Ideal Tanpa Rakyat Ideal
Menag Nasaruddin menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama keutuhan masyarakat dan bangsa.
kumparanNEWS
Gelaran Perayaan Natal 2025 Dengan Tema "Aktualisasi Nilai-Nilai Natal" di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gelaran Perayaan Natal 2025 Dengan Tema "Aktualisasi Nilai-Nilai Natal" di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 yang digelar Pemprov DKI Jakarta di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1). Tema acara ini yakni 'Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga'.
Nasaruddin menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama keutuhan masyarakat dan bangsa.
Nasaruddin menyebut, keluarga sebagai ruang pertama pembentukan nilai kemanusiaan. Menurutnya, kekuatan sebuah masyarakat sangat ditentukan oleh ketahanan keluarga.
β€œDalam tradisi spiritual mana pun, keluarga adalah madrasah pertama kemanusiaan, tempat manusia belajar mencintai sebelum berbicara, belajar berbagi sebelum belajar memiliki,” ujar Nasaruddin.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar dalam acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jumat (9/1/2026). Foto: YouTube/ Pemprov DKI Jakarta
Ia menegaskan, rapuhnya keluarga akan berdampak langsung pada rapuhnya masyarakat. Sebaliknya, keluarga yang damai akan melahirkan masyarakat yang kuat dan harmonis.
β€œJika keluarga rapuh, maka masyarakat akan rapuh. Jika keluarga damai, maka masyarakat akan damai. Tidak mungkin ada negara ideal tanpa masyarakat ideal, dan tidak mungkin ada masyarakat ideal tanpa disusun di atas keluarga yang tidak berantakan,” lanjutnya.
Imam Besar Istiqlal ini memaknai perayaan Natal sebagai momen refleksi di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. Ia menilai Natal mengajak setiap orang untuk berhenti sejenak dan menengok kembali nilai-nilai spiritual serta relasi dalam keluarga.
β€œNatal selalu mengajak kita untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia lalu menengok ke dalam diri kita sendiri. Apakah kita masih punya ruang bagi Tuhan? Apakah keluarga kita masih menjadi tempat kasih? Apakah kita ini memberikan rasa aman bagi yang lemah?” tuturnya.
Gelaran Perayaan Natal 2025 Dengan Tema "Aktualisasi Nilai-Nilai Natal" di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
Selain itu, Nasaruddin mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dinilainya berhasil menjaga kebersamaan dan menjamin kebebasan beribadah di tengah masyarakat yang majemuk.
β€œDi kota ini semua identitas bertemu, semua perbedaan berjumpa. Maka kerukunan Jakarta bukan pilihan, tetapi keniscayaan sejarah,” ujarnya.
Ia juga menilai upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang-ruang kebersamaan lintas agama menjadi kunci menjaga kedamaian di ibu kota.
β€œSaya mengapresiasi pemerintah DKI Jakarta yang terus menghadirkan peluang-peluang kebersamaan, mulai dari perayaan keagamaan, dialog antarumat, hingga kebijakan yang memastikan setiap keluarga dapat beribadah dengan aman dan baik,” pungkasnya.
Trending Now