Menag: Selama Masih Ada Israel Seperti Itu, Tetangganya Tak Bisa Tidur Nyenyak

24 November 2025 14:58 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menag: Selama Masih Ada Israel Seperti Itu, Tetangganya Tak Bisa Tidur Nyenyak
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut kestabilan ekonomi dan politik di Asia Tenggara lebih baik dari Timur Tengah. Sebab, di Timteng, selalu saja ada konflik.
kumparanNEWS
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan dalam acara Seminar Internasional di UIN Sumatera Utara, Medan, Senin (24/11/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan dalam acara Seminar Internasional di UIN Sumatera Utara, Medan, Senin (24/11/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut kestabilan ekonomi dan politik di Asia Tenggara lebih baik dari Timur Tengah (Timteng). Keberadaan dan kebijakan Israel adalah titik sentral yang memicu rangkaian peristiwa konflik di Timteng.
"Kita bebas dari pusat konflik. Selama masih ada Israel yang seperti itu, tidak akan ada negara tenteram di sekitarnya. Semua negara-negara yang bertetanggaan dengan Israel itu tidak bisa tidur nyenyak," kata Nasaruddin.
Hal itu dikatakan Nasaruddin dalam acara seminar dan konferensi internasional bertema Reading The Geopolitical Direction of President Prabowo: Revitalizing The Role of The Malay-Islamic World In the New Global Order di UIN Sumatera Utara, Medan, Senin (24/11).
Peta Israel dan negara-negara tetangganya. Foto: Dimitrios Karamitros/Shutterstock
Nasaruddin mengatakan, negara-negara yang bertetangga dengan Israel seperti Lebanon, Suriah, dan Irak menjadi negara yang gagal dalam pertumbuhan ekonomi dan politik. Hal ini berbeda dengan Asia Tenggara yang kekuatan ekonomi dan politiknya lebih stabil.
"Pertumbuhan ekonomi mereka di bawah 0%, Asia Tenggara terutama Indonesia masih sekitar 5%, dibayangkan akan menjadi 7% nanti awal tahun akan datang," ujar Nasaruddin.
Kekejaman Israel menyerang kamp Palestina di Lebanon, Rabu (19/11/2025). Foto: Mahmoud Zayyat/AFP
"Jadi stabilitas ekonomi dan politik adanya di Asia Tenggara, jauh dari pusat konflik di Timur Tengah," sambungnya.
"Lebanon 50% penduduk Kristen dan 50 % Muslim. Muslimnya 50% Sunni, 50 % Syi'ah, perang antar-Syi'ah dan Sunni di situ. Habis itu perang antar-Islam dan Kristen, habis itu perang antar-Lebanon dan tetangganya, negara yang tidak pernah aman," pungkasnya.
Trending Now