Menag Soal Kalender Hijriah Global Muhammadiyah: Hanya Beda Metode, Bukan Tujuan
26 Juni 2025 12:10 WIB
·
waktu baca 3 menit
Menag Soal Kalender Hijriah Global Muhammadiyah: Hanya Beda Metode, Bukan Tujuan
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, penentuan waktu lebaran dan Ramadan tidak akan berbeda meskipun adanya kalender Hijriah Global Tunggal.kumparanNEWS

Muhammadiyah meluncurkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Kalender ini menerapkan prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia dan memandang seluruh permukaan bumi satu mutlak.
Dengan kalender ini, maka tidak akan ada lagi perbedaan mengenai penetapan hari raya dari Idul Fitri, Idul Adha, dan Ramadan.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, penentuan waktu Lebaran dan Ramadan tidak akan berbeda meskipun ada Kalender Hijriah Global Tunggal.
Yang berbeda hanya dari metode yang digunakan. Katanya, Muhammadiyah menggunakan metode hisab dengan memperhitungkan posisi bulan dan matahari. Sementara, Nahdlatul Ulama (NU) memakai metode rukyatul hilal (rukyat) dengan cara mengamati kemunculan hilal.
“Sebetulnya tidak berbeda. Satu menggunakan metode hisab. Satu menggunakan metode rukyat (rukyatul hilal). Jadi dua-duanya sebetulnya akan ketemu,” tutur Nasaruddin Umar usai memberikan pembekalan materi di retreat kepala daerah di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (26/6).
“Jadi Muhammadiyah itu menjadi perhitungan itu sebagai informasi dan melihat bulan itu sebagai konfirmasi. Sebaliknya ormas lain (NU) itu menjadikan rukyat itu sebagai informasi, konfirmasi melalui hisab. Jadi konfirmasi dan informasi dua-duanya sebetulnya bermuara pada satu tujuan yang sama," tambahnya.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu menjelaskan, kemajuan teknologi juga menjadi alasan Lebaran dan Ramadan tahun ini bersamaan. Pemerintah sendiri menggunakan metode hisab dan rukyat dalam penentuan Ramadan, Idul Adha, dan Idul Fitri — hari besar penting umat Islam.
“Buktinya kan kemarin. Kalau di metode yang lama kita gunakan, jangan-jangan kemarin kita tidak satu dalam Lebaran, tidak satu dalam Ramadan. Sekarang kan menyatu Lebaran, menyatu satu Ramadannya,” katanya.
Di masa Menteri Agama Nasaruddin Umar, Idul Fitri, Ramadan, dan Idul Adha jatuh pada hari yang sama antara pemerintah (dan NU) dengan Muhammadiyah.
Apa Itu Kalender Hijriah Global Tunggal?
Sementara itu, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat peluncuran KHGT mengatakan, KHGT berlandaskan tiga prinsip utama, yakni:
Haedar bilang penyusunannya membutuhkan waktu 1 tahun.
"Penyusunan konsep ini sudah 1 tahun yang lalu. Sejak Muhammadiyah menggelar Munas Tarjih di Pekalongan tahun 2024," kata Haedar saat peluncuran KHGT di Convention Hall Kampus Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Rabu (25/6).
Haedar juga berencana bertemu dengan Kementerian Agama hingga Presiden Prabowo Subianto untuk memberitahukan soal KHGT ini.
Bisa dibilang ini menjadi langkah awal Muhammadiyah untuk mengajak organisasi masyarakat umat Islam dalam negeri maupun luar negeri untuk berhijrah dari kalender lokal ke KHGT.
