Menag Ungkap Ponpes di Aceh Tamiang Hilang Diterjang Banjir-Longsor
22 Desember 2025 14:20 WIB
·
waktu baca 2 menit
Menag Ungkap Ponpes di Aceh Tamiang Hilang Diterjang Banjir-Longsor
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan pemerintah tidak akan menelantarkan lembaga pendidikan Islam yang terdampak bencana di Sumatera.kumparanNEWS

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan pemerintah tidak akan menelantarkan lembaga pendidikan Islam yang terdampak bencana di Sumatera. Salah satunya adalah pondok pesantren yang dilaporkan hilang akibat bencana di wilayah Aceh Tamiang.
Nasaruddin menyebut, Kemenag telah melakukan pendataan terhadap madrasah dan pesantren terdampak saat kunjungannya ke Sumatera, meski sebagian data masih perlu diperbarui.
“Kami sudah punya datanya di publikasi kami kemarin ada berapa jumlahnya saya tidak hafal sekarang,” ujarnya saat ditemui di Hotel Vertu, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/12).
Ia menggambarkan kondisi lembaga pendidikan yang terdampak bencana di Sumatera berada dalam situasi memprihatinkan. Namun, sebagian pesantren masih dapat diselamatkan.
“Kondisinya itu sangat memprihatinkan tetapi kita sudah mendata,” kata Nasaruddin.
“Alhamdulillah Pondok Pesantren itu juga dibandingkan dengan pendidikan yang lain, kita masih relatif ada yang terdampak lumpurnya sudah bisa dibersihkan,” tambah dia.
Meski begitu, Nasaruddin mengungkapkan ada satu pondok pesantren yang dilaporkan hilang dan masih dalam proses pendataan lanjutan, khususnya di wilayah Aceh Tamiang.
“Yang hancur itu, yang hilang itu ada satu yang bisa kita deteksi tapi yang Tamiang itu masih ada Aceh Tamiang itu masih perlu mendata ulang, karena saya belum sempat kemarin karena jembatannya baru mau disambung,” jelasnya.
Ia menegaskan, Kemenag berkomitmen segera mengambil langkah konkret terkait fasilitas pendidikan yang rusak maupun hilang akibat bencana.
“Nah insya Allah dalam waktu dekat ini kami tidak akan menelantarkan saudara-saudara kami di Sumatera, itulah pendidikan Islam akan memberikan kepemihakan terhadap kaum yang lemah dan termasuk mereka adalah yang lemah,” tutup Nasaruddin.
