Menang Lawan Kotak Kosong, Samia Suluhu Hassan Dilantik Jadi Presiden Tanzania

3 November 2025 17:48 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menang Lawan Kotak Kosong, Samia Suluhu Hassan Dilantik Jadi Presiden Tanzania
Meski kemenangannya ditolak partai oposisi utama, Samia Suluhu Hassan dilantik sebagau presiden usai menang pemilu melawan kotak kosong dengan perolehan suara hampir 100%.
kumparanNEWS
Presiden Tanzania Samia Suluhu Hassan. Foto: Brendan Smialowski/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Tanzania Samia Suluhu Hassan. Foto: Brendan Smialowski/AFP
Presiden petahanan Tanzania, Samia Suluhu Hassan, resmi dilantik sebagai presiden pada Senin (3/11). Hassan memenangkan pemilu melawan kotak kosong dengan perolehan suara hampir 100%.
Dikutip dari AFP, Hassan diambil sumpahnya sebagai presiden meski kemenangannya ditolak oleh partai oposisi utama, Chadema. Partai ini menyebut pemilu Tanzania sebagai tipuan dan menyerukan pemilihan ulang.
Pelantikan Hassan sebagai presiden disiarkan oleh televisi pemerintah. Para pejabat tinggi dan pejabat asing terlihat hadir di State House di ibu kota Dodoma. Biasanya, pelantikan dilakukan di stadion. Warga juga tidak menghadiri pelantikan kali ini.
Hassan tetap mendapat ucapan selamat dari sejumlah negara tetangga. Presiden Kenya William Ruto memberikan ucapan selamat dan meminta agar rakyat Tanzania menjunjung perdamaian dan supremasi hukum. Pemimpin Republik Demokratik Kongo Felix Tshisekedi juga memberi selamat kepada Hassan.
Sebelum pelatinkan pecah protes menentang pemilu. Partai oposisi Chadema bahkan mengatakan jumlah korban tewas mencapai 800 orang.
Petugas polisi anti huru hara Tanzania berjalan melewati poster kampanye Presiden Samia Suluhu Hassan yang dirusak saat protes sehari setelah pemilu di perbatasan Namanga One-Post, Kenya, Kamis (30/10/2025). Foto: Thomas Mukoya/REUTERS
Selain itu, pemutusan jaringan internet membuat hanya sedikit informasi yang terverifikasi keluar dari Tanzania. Sumber diplomatik mengatakan ada sumber yang kredibel terkait ratusan bahkan ribuan kematian yang tercatat di rumah sakit dan klinik kesehatan di seluruh Tanzania.
Pemerintah belum berkomentar apa pun terkait jumlah korban tewas. Satu-satunya pernyataan yang dikeluarkan adalah membantah menggunakan kekuatan berlebihan saat mengamankan massa.
Hingga hari ini, sekolah dan universitas masih tutup. Operasi transportasi publik dihentikan dan tidak ada ibadah di sejumlah gereja pada Minggu (2/11) kemarin.
"Ada laporan mengkhawatirkan terkait polisi menggunaan pemadaman internet untuk mengulur waktu sementara memburu anggota oposisi dan demonstran yang mungkin memiliki video kekejaman yang dilakukan minggu lalu," kata seorang sumber diplomatik.
Polisi anti huru hara Tanzania membubarkan demonstran selama protes keras yang menodai pemilu setelah diskualifikasi dua kandidat oposisi terkemuka di Dar es Salaam, Tanzania (29/10/2025). Foto: Onsase Ochando/REUTERS
Dar es Salaam dan kota-kota lainnya kini lebih tenang karena lockdown total diberlakukan di sana. Jurnalis yang meliput mengatakan polisi menghentikan hampir semua orang yang beraktivitas di sekitar kota, memeriksa kartu identitas dan tas mereka, dan memperbolehkan toko buka hanya di siang hari.
Sementara di pulau Zanzibar yang memiliki kebebasan politiknya lebih leluasa dan minim demonstrasi, pasukan bersenjata dan bertopeng berpatroli tanpa lencana atau identitas setelah hari pemilu.
Hassan menjadi presiden pada 2021 usai kematian mendadak pendahulunya, John Magufuli. Dia menginginkan kemenangan pemilu yang meyakinkan untuk menegaskan posisinya dengan membungkam para kritikus, melarang partai oposisi ikut pemilu, dan menjebloskan pemimpin oposisi ke penjara.
Jurnalis dan pemantau menyebut tempat pemungutan suara terlihat sepi sebelum demonstrasi pecah. Namun, komisi pemilihan umum Tanzania menyebut tingkat partisipasi pemilih mencapai 87%.
Trending Now