Mencari Keberadaan Kenzie, Bocah di Jambi yang Sudah 3 Tahun Hilang
14 November 2025 5:22 WIB
Β·
waktu baca 5 menit
Mencari Keberadaan Kenzie, Bocah di Jambi yang Sudah 3 Tahun Hilang
Pencarian Kenzie yang hilang 3 tahun di Jambi kembali dibuka. Polisi cek isu anak mirip Kenzie, periksa 19 saksi, telusuri jejak seluler, dan hubungkan temuan kasus Bilqis.kumparanNEWS

Pencarian terhadap Muhammad Kenzie Alfarezzi terus berlanjut setelah tiga tahun berlalu sejak ia hilang diduga diculik di Dusun Danau, Kabupaten Bungo, Jambi. Kasus ini kembali mencuri perhatian publik usai beredarnya video seorang anak dari komunitas Suku Anak Dalam yang disebut mirip dengan Kenzie.
Respons cepat polisi, pemeriksaan saksi, hingga penelusuran teknologi informasi kembali diintensifkan untuk mencari titik terang keberadaan bocah tersebut. Penemuan Bilqis di Jambi dan penangkapan para pelakunya juga memantik penyidik membuka ulang seluruh petunjuk yang mungkin terkait.
Kenzie Bocah Jambi Hilang 3 Tahun, Pencarian Masih Berlanjut
Bocah bernama Muhammad Kenzie Alfarezzi telah hilang selama tiga tahun sejak diduga diculik pada 1 September 2022 di Dusun Danau, Kabupaten Bungo, Jambi. Kasus ini kembali menjadi perhatian setelah beredar video seorang anak di komunitas Suku Anak Dalam Jambi yang disebut-sebut mirip Kenzie.
"Berdasarkan laporan dari polres, tetap dilakukan usaha pencarian," kata Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Jimmy Christian Samma.
Isu kemunculan anak yang disebut mirip Kenzie langsung ditindaklanjuti oleh Polres Bungo dengan turun ke lokasi. Pemeriksaan dilakukan bersama keluarga, perangkat desa, hingga pendamping Suku Anak Dalam untuk memastikan identitas anak tersebut.
"Dari hasil pemeriksaan ciri fisik yakni tanda lahir, bahwa benar yang bersangkutan adalah anak kandung dari SAD tersebut, bukan seperti yang viral diberitakan di media sosial," ujar Bambang.
Penyelamatan Bilqis Memantik Kembali Pencarian Kenzie
Kisah ditemukannya Bilqis di Jambi setelah diculik memicu perhatian baru terhadap hilangnya Kenzie. Polisi menyebut kasus Kenzie sebenarnya terus berjalan meski perkembangan minim sejak awal laporan.
"Dua hari lalu (11 November 2025), orang tuanya sudah kami undang kembali. Bukan selama ini kami diam, tidak, karena memang perkara ini, laporan anak hilang ini, sudah tiga tahun yang lalu," kata Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono.
Natalena menjelaskan bahwa bukti awal yang sangat terbatas membuat penyelidikan tidak mengalami kemajuan berarti. Namun, penemuan Bilqis yang salah satu pelakunya ditangkap di Merangin membuka kembali hubungan jejak penculikan ke wilayah Jambi.
"Bilqis yang dari Makassar ditemukan ataupun ditangkap (salah satu) pelakunya di Merangin, yang berhubungan dengan Jambi. Jadi, ditemukannya itu, maka dengan ini kami membuat tim khusus," ujar Natalena.
Polisi Telusuri Jejak Seluler untuk Cari Terduga Penculik Kenzie
Minimnya bukti awal membuat penyidik membuka ulang seluruh petunjuk dan memeriksa kembali para saksi yang melihat kejadian pertama kali.
"Jadi kita buka kembali, kita telusuri, kita panggil saksi yang melihat awalnya dulu," kata Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono.
Natalena menjelaskan penggunaan teknologi informasi menjadi salah satu langkah penting, termasuk pengambilan cell dump untuk mengetahui nomor-nomor seluler yang mengakses sinyal di sekitar lokasi pada waktu kejadian. Langkah ini diperlukan karena area tempat Kenzie hilang tidak memiliki kamera CCTV.
"Jadi karena apa? Karena bukti petunjuk itu kami perlukan. Di mana di saat itu tidak ada CCTV, namanya dusun, ya. Dari situ kami upaya dari sisi yang lain kemudian akan kita analisis data siapa saja, yang jelas kami berangkat dari tim teknis Reskrim," ujar Natalena.
Bocah Kenzie Hilang 3 Tahun di Jambi, Polisi Periksa 19 Saksi
Setelah tiga tahun, penyidik telah memeriksa belasan saksi untuk mengumpulkan petunjuk terkait keberadaan Kenzie.
"Sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 19 orang saksi," kata Plh Kasie Humas Polres Bungo Jambi Iptu Bambang.
Namun, pemeriksaan saksi belum memberikan titik terang mengenai pelaku maupun lokasi Kenzie. Polisi kini membentuk tim khusus untuk mempercepat proses pencarian. Langkah ini termasuk memeriksa isu viral mengenai anak mirip Kenzie di komunitas Suku Anak Dalam.
"Dari hasil pemeriksaan KK yang bersangkutan masih berumur 3 tahun, kemudian dari hasil pemeriksaan fisik yakni ciri-ciri khusus, tanda lahir bahwa benar yang bersangkutan adalah anak kandung dari SAD tersebut, bukan seperti yang viral diberitakan di medsos," jelas Bambang.
Pencarian Kenzie Libatkan Polisi dari Suku Anak Dalam
Untuk meningkatkan pencarian, polisi melibatkan personel yang berasal dari Suku Anak Dalam untuk memudahkan koordinasi di wilayah pedalaman.
βDari sisi intel dan binmas, kita kerahkan juga untuk melakukan pendalaman, termasuk salah satu anggota kita ada dari Suku Anak Dalam yang menjadi polisi juga. Kita lakukan untuk memimpin warga Suku Anak Dalam di sana,β kata Natalena.
Tim khusus yang sebelumnya berhasil menangani kasus Bilqis juga dikerahkan untuk memetakan kemungkinan lokasi Kenzie. Pemeriksaan belasan saksi dilakukan untuk mengumpulkan petunjuk yang dapat membuka titik terang kasus ini.
βNamun dari hasil keterangan 19 saksi tersebut tidak didapatkan petunjuk yang cukup, mengarah kepada pelakunya,β kata Bambang.
Tersangka Kasus Bilqis Diperiksa Polisi soal Hilangnya Kenzie, Ada Kaitan?
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono menjelaskan bahwa penyidik kini berkoordinasi dengan Polrestabes Makassar, tempat empat tersangka penculikan Bilqis ditahan, untuk menelusuri apakah mereka mengetahui atau terlibat dalam peristiwa yang terjadi tiga tahun lalu di Jambi.
"Kita ada perkembangan yang kaitannya dengan tersangka yang sekarang ini ditahan di Makasar, makanya kita (Polres Bungo, Polda Jambi) kerja sama dengan Polda Sulsel," kata Natalena saat dihubungi kumparan, Kamis (13/11).
Melalui koordinasi tersebut, polisi menitipkan sejumlah pertanyaan untuk menggali kemungkinan keterlibatan para tersangka, termasuk apakah mereka pernah mendengar, melihat, atau terlibat dalam praktik penculikan atau jual-beli anak pada periode yang sama. Langkah ini dilakukan karena tersangka kasus Bilqis mengaku sebagai bagian dari sindikat yang beroperasi lintas provinsi, sehingga penyidik menelusuri jejak mereka di berbagai daerah.
"Kita menitipkan beberapa pertanyaan, apakah 3 tahun yang lalu anda sempat mendengar, melihat, atau melakukan, pembelian jual-beli atau menculik, seperti itu, dan seterusnya," ujar Natalena.
"Apakah ini sindikat? Kita dalami dari situ," lanjutnya.
Lebih lanjut, Natalena berpendapat bahwa pendalaman ini perlu bantuan dari Bareskrim Polri untuk mengatasi keterbatasan.
βIni (kasus) terus pendalaman, kami sudah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri karena terus terang kami di Polda Sulawesi Selatan ini ada keterbatasan yurisdiksi,β ucapnya.
