Mendagri Dukung Program Pendidikan Dokter Spesialis Lewat Kerja Sama dengan RSUD

2 Oktober 2025 18:26 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
clock
Diperbarui 20 November 2025 15:57 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendagri Dukung Program Pendidikan Dokter Spesialis Lewat Kerja Sama dengan RSUD
Mendagri Tito menyatakan dukungan terhadap penguatan PPDS melalui kerja sama dengan RSUD.
kumparanNEWS
Mendagri Tito Karnavian bertemu dengan Mendiktisaintek Brian Yuliarto di kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Foto: Dok. Kemendagri
zoom-in-whitePerbesar
Mendagri Tito Karnavian bertemu dengan Mendiktisaintek Brian Yuliarto di kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Foto: Dok. Kemendagri
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan dukungan terhadap penguatan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Dukungan tersebut disampaikan Mendagri saat bertemu dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
PPDS merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dihadirkan pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan tenaga kesehatan yang berkualitas di seluruh Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, PPDS dilakukan di fakultas kedokteran perguruan tinggi yang bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan termasuk RSUD. Hingga saat ini, tercatat sejumlah RSUD telah menandatangani perjanjian sebagai rumah sakit pendidikan bersama Kemendiktisaintek melalui sejumlah perguruan tinggi. Kerja sama tersebut difasilitasi Kementerian Kesehatan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah (Pemda).
Tito menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Mendiktisaintek menyampaikan dua usulan penting. Pertama, perlunya memastikan RSUD dapat ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan bagi fakultas kedokteran yang belum memiliki rumah sakit sendiri. Menanggapi hal ini, Mendagri menegaskan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yaitu Mendagri, Mendiktisaintek, dan Menteri Kesehatan.
Mendagri Tito Karnavian bertemu dengan Mendiktisaintek Brian Yuliarto di kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Foto: Dok. Kemendagri
Usulan kedua berkaitan dengan peningkatan kualitas RSUD Jayapura agar mampu memberikan kenyamanan kerja bagi para dokter, termasuk dokter spesialis hasil PPDS. Menurut Tito, perbaikan tersebut penting dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal.
Selain itu, forum itu juga membahas perlunya kebijakan penghapusan biaya yang selama ini dibebankan RSUD kepada calon dokter spesialis yang sedang magang. Beban biaya tersebut dinilai cukup memberatkan, sehingga penghapusannya akan mendukung kualitas layanan rumah sakit.
β€œIni akan di-follow up dengan Surat Edaran (SE) Mendagri,” jelas Tito.
Di sisi lain, dia juga mendorong Kemendiktisaintek untuk memperluas akses pendidikan tinggi di wilayah Papua. Rencana pembangunan perguruan tinggi di Wamena (Papua Pegunungan) dan Nabire (Papua Tengah) dinilai penting untuk memperkuat kesempatan masyarakat Papua dalam memperoleh pendidikan tinggi.
Trending Now