Mendagri Jelaskan Bantuan UEA di Sumut: Non-government, Dikelola Muhammadiyah

19 Desember 2025 14:05 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendagri Jelaskan Bantuan UEA di Sumut: Non-government, Dikelola Muhammadiyah
Tito meluruskan isu terkait bantuan bencana Sumatera dari UEA yang disebut ditolak karena dari pihak asing.
kumparanNEWS
Mendagri Tito Karnavian tinjau bencana banjir di Aceh, Sabtu (29/11/2025). Foto: Dok. Puspen Kemendagri
zoom-in-whitePerbesar
Mendagri Tito Karnavian tinjau bencana banjir di Aceh, Sabtu (29/11/2025). Foto: Dok. Puspen Kemendagri
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, merespons terkait Pemerintah Kota Medan yang mengembalikan bantuan 30 ton beras dari Uni Emirat Arab.
Ia menjelaskan bantuan itu bukan dari pemerintah UEA melainkan dari organisasi Bulan Sabit Merah.
"Kami langsung berhubungan dengan Duta Besar United Arab Emirates yang menyampaikan kepada kami, tadi malam bahwa yang diberikan itulah bantuan 30 ton berasal bukan dari pemerintahan United Arab Emirates tapi dari Red Crescent," ujar Tito dalam konferensi pers tanggap bencana Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12).
"Jadi Bulan Sabit Merah ya, semacam PMI itu. Bulan Sabit Merah di United Arab Emirates. Jadi non-government organization," tegas Tito.
Menko PMK Pratikno memberikan keterangan saat konferensi pers tanggap bencana Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
Tito mengatakan, Wali Kota Medan sudah berkoordinasi dengan Kemendagri terkait bantuan ini. Dalam diskusi lanjutan, akhirnya bantuan tersebut diserahkan ke Muhammadiyah.
"Kemudian beras ini diserahkan atas kesepakatan, kemudian diserahkan kepada Muhammadiyah Medical Center dalam rangka bencana ini Muhammadiyah membuat suatu center untuk kemanusiaan di Medan," tutur dia.
"Dan itu beras ini sekarang sudah ada di tangan Muhammadiyah. Dan nanti Muhammadiyah yang akan membagikan kepada masyarakat," ucap dia.
Trending Now