Mendagri: Pemulihan Bencana Sumatera Perlu Anggaran Rp 59,25 Triliun

30 Desember 2025 15:04 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendagri: Pemulihan Bencana Sumatera Perlu Anggaran Rp 59,25 Triliun
Mendagri Tito menaksir diperlukan anggaran Rp 52 triliun untuk pemulihan pascabencana Sumatera.
kumparanNEWS
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (ketiga kanan) melihat tumpukan kayu gelondongan yang hanyut akibat banjir bandang di Lokop, Serbajadi, Aceh Timur, Aceh, Senin (22/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (ketiga kanan) melihat tumpukan kayu gelondongan yang hanyut akibat banjir bandang di Lokop, Serbajadi, Aceh Timur, Aceh, Senin (22/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menaksir kebutuhan anggaran untuk pemulihan pascabencana di tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 59,25 triliun.
"Kalau untuk pemulihan nanti sampai dengan selesai, diperlukan anggaran lebih kurang 59,25 triliun. Masing-masing Rp 33,75 triliun untuk Aceh, Rp 13,5 triliun untuk Sumatera Barat, dan Rp 12 triliun untuk Sumatera Utara,โ€ papar Tito dalam rapat koordinasi satgas pascabencana di Banda Aceh pada Selasa (30/12).
Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Wakil Ketua DPR Saan Mustopa dan Cucun Syamsurijal juga hadir.
Selain pimpinan DPR, turut hadir pula Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Dirut Telkomsel dan PLN.
Sementara dari Pemerintah Daerah, hadir Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem serta para bupati dari wilayah Aceh.
Pimpinan DPR menggelar rapat koordinasi satuan tugas (Satgas) pemulihan pascabencana Sumatera dengan kementerian dan kepala daerah pada Selasa (30/12/2025). Foto: Youtube/ TVR Parlemen
Tito menjelaskan, angka tersebut meliputi perbaikan rehabilitasi dan rekonstruksi berbagai pemerintahan di setiap tingkatan yang lumpuh akibat bencana.
โ€œTermasuk masalah kantor desa, kemudian sekolah, kemudian fasilitas kesehatan, jembatan, dan lain-lain. Yang itu mungkin dikeroyok oleh seluruh KL,โ€ kata Tito.
Selain itu, eks Kapolri itu juga menjabarkan proyeksi anggaran tersebut juga termasuk untuk pembangunan hunian masyarakat yang terdampak.
โ€œKerusakan rumah itu dibagi. Sekarang dibagi tiga: berat, sedang, ringan. Nah, untuk ringan dan sedang ini, ringan ini indeksnya adalah Rp 15 juta,โ€ tutur Tito.
โ€œKemudian yang untuk sedang Rp 30 juta, dan untuk yang rumah berat indeksnya itulah Rp 60 juta. Berat ini termasuk yang hilang,โ€ pungkasnya.
Petugas mengoperasikan alat berat untuk mengangkut lumpur dan kayu gelondongan yang menghalangi badan jalan lintas penghubung Kabupaten Aceh Timur dengan Kabuopaten Gayo Lues di Lokop, Serbajadi, Aceh Timur, Aceh, Senin (22/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Dua bocah berjalan didekat rumah yang hancur akibat banjir bandang di Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (22/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Trending Now