Mendagri Tito Targetkan Sumbar Sudah Normal Sebelum Ramadan

15 Januari 2026 20:39 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendagri Tito Targetkan Sumbar Sudah Normal Sebelum Ramadan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian optimistis Sumatra Barat sudah pulih sepenuhnya sebelum Ramadan 2026.
kumparanNEWS
Mendagri Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Sumbar di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Kota Padang, Selasa (13/1/2026). Foto: Kemendagri RI
zoom-in-whitePerbesar
Mendagri Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Sumbar di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Kota Padang, Selasa (13/1/2026). Foto: Kemendagri RI
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian optimistis Sumatra Barat sudah pulih sepenuhnya sebelum Ramadan 2026.
Ia menargetkan tidak ada lagi pengungsi dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal menjelang bulan suci tersebut.
โ€œKalau saya melihat bahwa kalau untuk Sumatera Barat, saya sangat PD (percaya diri) sekali sebelum Ramadan itu akan kembali normal,โ€ kata Tito dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (15/1).
Tito menyebut, fokus utama pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumbar saat ini hanya tinggal pada dua hal, yakni perbaikan akses jalan dan penanganan pengungsi.
โ€œKuncinya ya jalan aja. Jalan dan pengungsi dua itu aja untuk Sumatera Barat. Mudah-mudahan sebelum Ramadan sudah selesai,โ€ ujarnya.
Plan Indonesia salurkan bantuan untuk perempuan dan anak-anak terdampak banjir di Aceh, Sumbar, dan Sumut. Foto: Plan Indonesia
Sementara untuk penanganan pascabencana di Sumatra Utara, Tito mengatakan wilayah terdampak paling parah berada di Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Upaya pemulihan di wilayah tersebut difokuskan pada pembersihan jalan yang tertutup longsor.
โ€œJalan yang longsor kemudian tertutup sama pembersihan lumpur-lumpur dan menolong pengungsi,โ€ ucapnya.
Tito menambahkan, pemerintah telah menyalurkan bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang. Adapun bagi warga dengan kategori rumah rusak berat, pemerintah menyiapkan opsi hunian sementara.
โ€œYang (rusak) berat ini tinggal pindah ke huntara hunian sementara, atau pindah ke sebagian sudah menerima dana hunian. Artinya mereka bisa tinggal di rumah keluarganya atau sewa,โ€ katanya.
Rapat Kordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencada di Wilayah Sumatera, Kamis (15/1/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Untuk penanganan pascabencana di Aceh, Tito mengakui terdapat tantangan tersendiri. Di wilayah dataran tinggi, pemerintah akan memfokuskan penanganan pada penambahan stok logistik serta perbaikan akses jalan.
โ€œKalau untuk Aceh, memang beda. Aceh itu di daerah gunungnya stoknya ditambah dan jalannya harus diperbaiki. Sambil ini masih musim hujan, alat beratnya stand by kami di sana,โ€ ujarnya.
Sementara di wilayah dataran rendah Aceh, Tito menegaskan pembersihan lumpur dan pengerukan sungai menjadi fokus utama pemulihan.
โ€œDi lowland, dataran rendah kunci utamanya pembersihan lumpur. Kalau lumpurnya sudah dibersihkan, sungainya sudah dikerok, itu akan jauh lebih mudah lagi menanganinya,โ€ tutup Tito.
Trending Now