Mendikdasmen Dorong Perkembangan Teknologi Belajar: Tahun Ini Ada 228 Ribu IFP

11 November 2025 12:29 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendikdasmen Dorong Perkembangan Teknologi Belajar: Tahun Ini Ada 228 Ribu IFP
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses belajar-mengajar di sekolah.
kumparanNEWS
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam program Info A1 pada Jumat 31 Oktober 2025. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam program Info A1 pada Jumat 31 Oktober 2025. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses belajar-mengajar di sekolah.
Ia menyebut, saat ini pemerintah sedang fokus untuk mempercepat digitalisasi pendidikan, salah satunya dengan pengiriman 228 ribu Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2025.
"Tahun ini kita akan mengirimkan 228 ribu 800 sekian IFP, yang tadi dengan Bu Megan (Education Regional Lead in the Asia-Pacific-Japan region Megan Townes), kita sempat berbicara bagaimana Canva dapat diterapkan dengan IFP interaktif flat panel yang membuat pelajaran menjadi lebih hidup, lebih living dan kemudian menjadi lebih inspiratif," ujar Mu’ti dalam acara Konferensi Pendidikan dan Gelar Karya di Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Selasa (11/11).
Mu’ti mengatakan, penggunaan teknologi yang tepat dapat membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menggembirakan. Ia mencontohkan platform digital seperti Canva yang mampu mendorong kreativitas para guru dan memperkaya metode pembelajaran.
"Saya tadi menyaksikan secara sekilas bagaimana Canva memiliki makna penting dalam mendorong kreativitas para guru dan membuat pembelajaran menjadi lebih efektif, bermakna, dan menggembirakan," katanya.
Menurutnya, teknologi memiliki dua sisi, yang bisa membantu namun juga bisa berdampak negatif jika tidak digunakan dengan bijak. Karenanya, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi sebagai alat pendukung pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa.
"Technology could be helpful but some extend it might also be harmful. But we want to use technology as part of the instrument that enable us to present teaching and learning becoming a very joyful and also insightful for all student. (Teknologi memang bermanfaat, tetapi dalam beberapa hal, teknologi juga bisa berbahaya. Namun, kami ingin menggunakan teknologi sebagai bagian dari instrumen yang memungkinkan menyajikan proses belajar mengajar yang menyenangkan dan juga berwawasan bagi semua siswa)," ucapnya.
Sekjen PP Muhammadiyah berharap kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Canva, dapat diperluas hingga ke wilayah 3T.
"Kerja sama dengan Canva ini tentu kita harapkan dapat diperluas lagi di daerah-daerah 3T sebagai bagian dari upaya kami menjangkau pendidikan untuk mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil," tandas dia.
Trending Now