Mendikdasmen Laporkan Progres hingga Kendala TKA di Rapat Komisi X DPR
26 November 2025 11:44 WIB
·
waktu baca 3 menit
Mendikdasmen Laporkan Progres hingga Kendala TKA di Rapat Komisi X DPR
Mendikdasmen Abdul Mu’ti memaparkan perkembangan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik tahun 2025 beserta berbagai kendalanya dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR.kumparanNEWS

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memaparkan perkembangan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 beserta berbagai kendalanya dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR.
Ia menegaskan, pelaksanaan TKA dilakukan dengan pengawasan ketat dan melibatkan kolaborasi sejumlah pihak, termasuk perguruan tinggi.
“Selain itu, pelaksanaan TKA tahun ini melibatkan 1.710 penyedia pengawas yang berasal dari PTN sebagai bagian dari kolaborasi kami dengan Kemendiktisaintek,” ujar Mu’ti di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).
Mu’ti menyebut, sebelum pelaksanaan utama, Kemendikdasmen telah menyelenggarakan gladi bersih TKA pada 27 hingga 30 November 2025, yang diikuti 3.139.971 peserta di 34.948 satuan pendidikan sebagai persiapan akhir. TKA dilaksanakan dalam beberapa gelombang sesuai jenjang pendidikan.
“Gladi bersih dilakukan sebagai persiapan akhir untuk memastikan kesiapan substansi ujian dan kesiapan infrastruktur,” katanya.
Pelaksanaan TKA jenjang SMA, SMK, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan berlangsung pada 3 sampai 6 November 2025. Sedangkan untuk Paket C dan PPKPS Ulya (Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah tingkat Ulya) digelar pada 8 sampai 9 November 2025.
Kemendikdasmen juga membentuk Posko Pusat dan Posko Daerah untuk memantau jalannya tes serta memastikan bantuan teknis tersedia di lapangan.
“Kemendikdasmen bersama pihak-pihak terkait memantau dan memastikan jalannya TKA sesuai dengan prosedur dengan mendirikan Posko Pusat sebagai sentra koordinasi,” tuturnya.
Kendala TKA: Pemadaman Listrik hingga Serangan Siber
Mu’ti juga menjelaskan sejumlah kendala teknis yang sempat mengganggu pelaksanaan TKA. Salah satunya adalah cuaca ekstrem yang menyebabkan pemadaman listrik di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Selama pelaksanaan TKA, terdapat beberapa kendala utama seperti adanya pemadaman listrik akibat cuaca ekstrem di beberapa kabupaten di wilayah Nusa Tenggara Timur. Selain itu terdapat juga serangan siber ke server pusat,” ungkapnya.
Peserta yang terdampak kendala di NTT dijadwalkan mengikuti TKA susulan pada 17 sampai 23 November 2025. Ia juga menegaskan pelanggaran baik dari peserta maupun pengawas, akan ditindak secara tegas.
“Pelaksanaan tahun ini juga tidak terlepas dari pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, baik oleh peserta tes maupun pengawas atau teknisi. Untuk itu, Kemendikdasmen akan menindak tegas dan tidak menoleransi praktik-praktik kecurangan yang dilakukan dengan memberikan sanksi sesuai dengan pelanggarannya,” tegasnya.
Meski berjalan relatif lancar, ia mengakui penyelenggaraan TKA tahun ini masih menyisakan sejumlah catatan yang perlu diperbaiki.
“Kami menyadari bahwa dalam penyelenggaraan TKA masih terdapat sejumlah kekurangan dan tantangan yang perlu diperbaiki. Baik dari sisi teknis, operasional, maupun aspek penguatan integritas,” kata Mu’ti.
Ia menyampaikan beberapa langkah strategis yang akan dilakukan, termasuk penguatan sosialisasi dan penanaman nilai kejujuran sejak dini.
“Pertama, penguatan sosialisasi kebijakan. Tidak hanya TKA, melainkan kebijakan lain di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang tidak hanya akan difokuskan pada pemahaman terhadap program. Tetapi juga menekankan pada pentingnya menanamkan nilai kejujuran kepada sekolah, siswa, dan orang tua,” ucap Mu’ti.
“Kedua, kami akan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran sekecil apa pun guna menjaga integritas dan keadilan dalam pelaksanaan TKA,” lanjutnya.
Mu’ti menegaskan, TKA juga didorong sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.
“Melalui upaya ini, kami berharap TKA tidak hanya menjadi alat ukur capaian belajar, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kesadaran akan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sejak dini,” tutupnya.
