Mendikdasmen: Minat pada Saintek Rendah, Sekolah Garuda Harus Lahirkan Saintis
8 Oktober 2025 13:10 WIB
·
waktu baca 3 menit
Mendikdasmen: Minat pada Saintek Rendah, Sekolah Garuda Harus Lahirkan Saintis
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, pelajar RI malas untuk belajar sains, teknologi, teknik, dan matematika.kumparanNEWS

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program Sekolah Garuda.
Sekolah bertujuan memperkuat sekolah unggulan yang sudah ada sekaligus membangun sekolah baru untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing global.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai, Sekolah Garuda menjadi langkah strategis untuk mencetak para ilmuwan muda, terutama di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM) --di tengah rendahnya minat siswa pada bidang tersebut.
“Ini satu disiplin keilmuan yang memang sangat diperlukan untuk Indonesia masa depan, apalagi memang sekarang ini kita melihat adanya gejala di mana minat untuk generasi muda belajar STEM ini memang cukup rendah,” ujar Mu’ti di SMAN Unggulan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (8/10).
Harapan Lahirkan Saintis dan Pemimpin Masa Depan
Mu’ti berharap kehadiran sekolah-sekolah Garuda bisa melahirkan saintis dan ilmuwan yang mampu bersaing di tingkat global, baik di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.
“Sehingga karena itu dengan SMA Unggul Transformatif ini kita berharap dapat smelahirkan saintis dan juga ilmuwan di berbagai bidang, khususnya STEM, untuk mereka bisa melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi yang ternama, baik di dalam maupun di luar negeri,” tambahnya.
Selain mengasah kemampuan akademik, Mu’ti menekankan pentingnya membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan di kalangan siswa Sekolah Garuda.
“Dan diharapkan mereka juga memiliki kemampuan-kemampuan yang saya kira juga tidak kalah pentingnya adalah kemampuan leadership atau kepemimpinan, sehingga ini bisa mengkombinasikan kemampuan akademik dengan leadership,” ucapnya.
Ia optimistis lulusan Sekolah Garuda akan menjadi generasi pemimpin bangsa.
“Mudah-mudahan mereka bisa tampil pada waktunya menjadi pemimpin Indonesia masa depan dan generasi Indonesia yang hebat,” tandas Mu’ti.
16 Sekolah Garuda Diperkenalkan
Pada kesempatan yang sama, Kemendikti Saintek memperkenalkan 16 Sekolah Garuda. Sebanyak 12 sekolah merupakan sekolah unggulan yang ditransformasi menjadi Sekolah Garuda, sementara 4 sekolah lainnya masih dalam tahap pembangunan.
12 Sekolah Garuda Transformasi
Sekolah Garuda Baru
Satu Sekolah Baru Butuh Rp 200 Miliar
Mendikti Saintek Brian Yuliarto belum merinci total anggaran program Sekolah Garuda. Namun ia menyebut, satu sekolah baru diperkirakan membutuhkan biaya pembangunan sekitar Rp 200 miliar.
“Total anggaran itu berbagai macam ya. Ada yang mulai dari sekolah baru atau sekolah yang ditambahkan tadi,” kata Brian dalam kesempatan yang sama.
“Untuk yang sekolah baru kira-kira karena dia membuat baru ya itu sekitar 200 M satu sekolah,” tambahnya.
Program Sekolah Garuda diharapkan menjadi tonggak baru dalam mencetak generasi muda Indonesia yang berdaya saing global, bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan karakter kebangsaan yang kuat.
