Mendikdasmen soal Bahasa Portugis Masuk Kurikulum: Tergantung Kesiapan Gurunya

26 November 2025 15:43 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendikdasmen soal Bahasa Portugis Masuk Kurikulum: Tergantung Kesiapan Gurunya
Mendikdasmen Abdul Mu’ti bicara terkait pendidikan bahasa asing di sekolah dasar.
kumparanNEWS
Mendikdasmen Abdul Muti menghadiri Rapat Koordinasi Kepala Daerah tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran TA 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (13/11/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendikdasmen Abdul Muti menghadiri Rapat Koordinasi Kepala Daerah tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran TA 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (13/11/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bicara tentang kurikulum pendidikan bahasa asing di sekolah dasar. Ia menyebut, sudah dilakukan kajian mengenai pembelajaran bahasa asing.
Mu'ti menyebut, pelajaran Bahasa Inggris nantinya akan mulai diajarkan sejak kelas 3 SD pada 2027, didahului pelatihan guru pada 2026. Selain itu, sejumlah bahasa asing lain akan menjadi pilihan sesuai kesiapan sekolah.
Presiden Prabowo Subianto (kanan) bersama Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva (kiri) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Bagaimana dengan Bahasa Portugis yang sempat disinggung Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan Presiden Brasil Lula da Silva bulan lalu?
“Jadi kami sudah melakukan kajian internal soal pembelajaran bahasa asing ya, tidak hanya Bahasa Portugis. Karena bahasa asing itu kan banyak ya,” kata usai rapat bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).
Ada lima bahasa asing yang saat ini paling banyak diajarkan, yakni Arab, Prancis, Mandarin, Jepang, dan sebagian sekolah telah mulai mengajarkan Bahasa Korea.
Terkait rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin bahasa Portugis diajarkan untuk memperkuat hubungan dengan Brasil, menurutnya hal itu menyesuaikan dengan kesiapan guru di sekolah.
“Dan nanti kemungkinan juga bisa diajarkan Bahasa Portugis. Tapi nanti sangat tergantung pada bagaimana kesiapan gurunya, juga bagaimana kesiapan sarana prasarananya,” ujar Mu’ti.

Bahasa dan Sastra Indonesia

Lebih lanjut Mu'ti menuturkan, pihaknya membuka peluang perubahan nama mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi “Bahasa dan Sastra Indonesia” untuk memastikan aspek sastra benar-benar diajarkan di sekolah.
“Mungkin ya, saya juga belum membahas secara detail di internal, tapi tadi saya sempat bicara singkat dengan Pak Wakil Menteri (Atip Latipulhayat) yang kami tugasi untuk menyiapkan rancangan perubahan Undang-Undang Sisdiknas. Mungkin nanti namanya diubah. Kalau sekarang kan hanya ‘Bahasa Indonesia’,” kata Mu’ti.
“Untuk memastikan bahwa sastra diajarkan, mungkin bisa diusulkan namanya nanti pelajaran ‘Bahasa dan Sastra Indonesia’. Mungkin bisa begitu. Untuk memastikan bahwa sastra termasuk di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia,” lanjutnya.
Ia menegaskan usulan tersebut muncul karena banyak saran dari berbagai pihak agar sastra tidak tenggelam dalam cakupan Bahasa Indonesia semata.
“Ini kan bukan hanya satu saran ya, banyak sekali yang memang menyampaikan saran. Kalau Bahasa Indonesia kan mata pelajaran wajib, sudah ada kan sekarang ini,” ujarnya.
Rapat Komisi X DPR bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Komisi X Soroti Bahasa Indonesia Kacau Akibat Gadget

Dalam rapat yang sama, anggota Komisi X DPR dari PKB, Habib Syarief, menilai pembelajaran Bahasa Indonesia perlu pendekatan baru karena terjadi penurunan kualitas berbahasa di kalangan pelajar.
Ia menilai gadget telah mempengaruhi cara berbahasa anak-anak hingga menciptakan bahasa baru yang tidak sesuai kaidah.
Habib juga menekankan perlunya kajian pedagogis agar Bahasa Indonesia diajarkan dengan cara lebih tepat.
“Nampaknya selain kurikulum, Kemendikdasmen perlu ada satu kajian khusus tentang bagaimana pedagogisnya, cara mengajarkan Bahasa Indonesia yang baik,” tambahnya.
Rapat Komisi X DPR bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Ia menilai aspek sastra juga makin hilang dari perhatian generasi muda karena minimnya akses terhadap buku-buku klasik.
“Nah, mudah-mudahan ini bisa dikaji kembali. Dan anak-anak sekarang banyak yang tidak tahu, ya. Itu adalah sebuah kerugian besar,” tambahnya.
Trending Now