Menerobos Sunyi Papua: Perjuangan Klinik Jadi Penjaga Nyawa di Korupun

7 November 2025 11:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menerobos Sunyi Papua: Perjuangan Klinik Jadi Penjaga Nyawa di Korupun
Perjuangan menghadirkan layanan kesehatan di Korupun, Papua Pegunungan, tak mudah. Di tengah keterbatasan dan medan berat, semangat petugas klinik jadi bukti harapan bisa tumbuh di pelosok negeri.
kumparanNEWS
Petugas medis Klinik Siloam memberi edukasi soal gizi seimbang dan stunting bagi warga Distrik Korupun, Papua Pegunungan. Foto: Youtube/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis Klinik Siloam memberi edukasi soal gizi seimbang dan stunting bagi warga Distrik Korupun, Papua Pegunungan. Foto: Youtube/kumparan
Layanan kesehatan di daerah pelosok hingga kini masih jauh dari kata layak. Bahkan layanan kesehatan di pedalaman Papua sebelum 2013, nyaris tidak ada.
Di balik keindahan panorama perbukitannya, Korupun yang terletak di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, di ketinggian 1.846 mdpl, menyimpan kenyataan pahit, bahwa tenaga medis sangat terbatas dan ketiadaan fasilitas rumah sakit. Akibatnya, banyak warga meninggal tanpa pernah mengetahui penyakit yang dideritaβ€”dan langsung dimakamkan begitu saja.
β€œ(Penyakit) tidak diatasi, ya apa boleh buat, kita bisa, ya, meninggal atau bagaimana itu di sini. Karena kami tidak tahu dari cara-cara (pengobatan) yang dipakai di kota,” ujar Elbok Busup, seorang tokoh Korupun.
Potret anak-anak di Distrik Korupun, Papua Pegunungan. Foto: Youtube/kumparan
Selama ini, penyakit datang dan pergi tanpa diketahui penyebabnya, padahal sumber masalah justru berada di balik dinding rumah tradisional mereka, Honai. Asap dari tungku di dalam Honai, yang seharusnya menjadi tempat berlindung dari dinginnya Papua, justru menjadi ancaman tak terlihat yang perlahan merenggut napas dan keceriaan anak-anak.
Selain masalah pernapasan, kurang gizi juga menjadi dilema serius. Minimnya akses ke makanan dengan gizi lengkap menyebabkan berkurangnya nafsu makan dan mengganggu pertumbuhan anak-anak. Dua tahun lalu masalah kekurangan gizi masih menjadi ancaman nyata di Korupun.
Petugas medis Klinik Siloam melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga Distrik Korupun, Papua Pegunungan. Foto: Youtube/kumparan
Totalitas pelayanan kesehatan yang diusung para petugas medis dari Siloam Hospitals telah membawa perubahan signifikan. Kini tidak ada lagi anak yang mengalami stunting di Korupun sejak 2022.
Sejak kehadirannya, Pelayanan Kesehatan Klinik Siloam Korupun terus melayani dengan sepenuh hati dan dedikasi tinggii. Para petugas harus berjuang, termasuk kendala dalam komunikasi awal, yang hanya bisa berinteraksi melalui bahasa tubuh atau menunjuk bagian tubuh untuk mengetahui keluhan sakit.
Dedikasi ini membuat warga Korupun menganggap petugas kesehatan Klinik Siloam sudah seperti keluarga sendiri. Pelayanan tidak terhenti di dalam klinik saja. Untuk pasien yang tidak bisa datang ke klinik, petugas melakukan home visit dengan menempuh perjalanan yang ekstrem.
Petugas medis Klinik Siloam melakukan pemeriksaan kesehatan secara home visit ke warga Korupun, Papua Pegunungan, yang tinggal di rumah tradisional Honai. Foto: Youtube/kumparan
Jarak pun tidak menjadi halangan, meski harus menempuh waktu 2 jam, 6 jam, hingga 8 jam perjalanan, bahkan harus membuat jalan sendiri karena longsor atau jalan putus. Keadaan ini sempat membuat petugas medis Klinik Siloam kaget, menyadari bahwa jalanan sulit tersebut dilalui anak-anak dan orang tua setiap hari.
Perjalanan panjang menghadirkan layanan kesehatan yang layak di Korupun bukanlah hal mudah. Di tengah keterbatasan dan medan yang menantang, semangat para tenaga medis Klinik Siloam untuk terus melayani menjadi bukti nyata bahwa harapan bisa tumbuh di pelosok negeri yang jauh dan sulit dijangkau.
Simak kisah perjuangan penuh dedikasi ini selengkapnya dalam video di bawah ini dan saksikan bagaimana cahaya harapan kini perlahan menerangi Korupun.
Trending Now