Menguak Penyebab Kematian Turis di Bali Usai Muntah-Diare

25 November 2025 8:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menguak Penyebab Kematian Turis di Bali Usai Muntah-Diare
Tujuh turis asing mengalami diare dan muntah-muntah saat menginap di hostel kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Satu di antaranya tewas.
kumparanNEWS
Suasana bagian depan Clandestino Hostel Canggu. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana bagian depan Clandestino Hostel Canggu. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Tujuh turis asing mengalami diare dan muntah-muntah saat menginap di hostel kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Satu di antaranya tewas.
Turis yang tewas itu adalah Deqing Zhuoga (perempuan usia 25 tahun), asal China.
Sedangkan 6 turis lainnya sempat menjalani perawatan dan telah kembali ke negara asalnya, mereka adalah WN China Mingmin Lei (perempuan, 37 tahun), WN Jerman Melanie Irene (perempuan, 22 tahun), WN Jerman Alisa Kokonozi (perempuan, 22 tahun).
Lalu WN Arab Saudi Alahmadi Yousef Mohammed (laki-laki, 26 tahun), WN Filipina Cana Clifford Jay (laki-laki, 27 tahun), dan WN China Zhou Shanshan (perempuan, 29 tahun).

Hasil Autopsi

Dokter Forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah, dr. Kunthi Yulianti saat jumpa pers di Halaman Polres Badung, Senin (24/11/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
RSUP Prof IGNG Ngoerah mengungkap hasil autopsi tewasnya Deqing Zhuoga di kamar hostel di Canggu, Bali, pada Selasa (2/9) sekitar pukul 11.00 WITA lalu.
Dokter Forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah, dr. Kunthi Yulianti, mengatakan tidak bisa menyimpulkan penyebab kematian korban secara pasti. Namun, berdasarkan hasil autopsi, korban diduga meninggal karena mengidap penyakit iritasi saluran pencernaan.
"Saya menyimpulkan bahwa secara pasti sebab kematian ini memang masih abu-abu tapi secara pemeriksaan makroskopi saya dari autopsi bahwa sebab kematian karena iritasi saluran pencernaan yang menimbulkan diare dan mengakibatkan kekurangan cairan dan elektrolit tidak dapat disingkirkan," katanya saat jumpa pers di Halaman Polres Badung, Senin (24/11).
Dugaan mengalami penyakit iritasi saluran pencernaan ini terlihat dari hasil pemeriksaan jenazah yang menunjukkan adanya pelebaran pembuluh darah permukaan pada seluruh organ dan pembesaran beberapa kelenjar getah bening. Terutama di daerah antara usus dan lambung.
Sejumlah petugas mengevakuasi jenazah Deqing Zhuoga, backpacker perempuan asal China (25) di sebuah kamar hostel di Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Selasa (2/9/2025). Foto: Dok. Polres Badung
Ditemukan bercak-bercak pendarahan di selaput pembungkus hati, usus halus dan selaput lendir lambung. Pada lambung ditemukan cairan berwarna hitam kehijauan. Pada usus halus tidak ditemukan ada hasil pencernaan, sedangkan pada usus besar tidak ditemukan tinja.
Hasil pemeriksaan patologi anatomi menguatkan temuan telah terjadi pelebaran pembuluh darah pada hampir semua organ tubuh korban. Selain itu, tidak ditemukan hal yang spesifik pada kelenjar getah bening.
"Kemudian dari kelenjar getah bening yang kami ambil ternyata tidak ditemukan hal yang spesifik. Jadi hanya tanda peradangan kronis seperti itu saja," katanya.
Dokter telah menguji sampel darah, urine, cairan lambung, hati, paru dan ginjal untuk mendeteksi zat beracun pada tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan toksikologi menunjukkan tidak ditemukan adanya zat-zat yang mengindikasikan korban meninggal karena keracunan.

Tak Makan Bersama

Kasatreskrim Polres Badung AKP Azarul Ahmad di halaman Polres Badung, Senin (24/11/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Kasatreskrim Polres Badung AKP Azarul Ahmad mengatakan, belum bisa memastikan penyebab para turis ini diserang penyakit diare dan muntah secara bersamaan.
Dia menegaskan, para korban merupakan turis yang melakukan perjalanan wisata seorang diri atau solo travel. Mereka tidak saling kenal dan tidak pernah makan bersama. Bahkan Deqing tercatat hanya satu kali makan di hostel itu.
"Jadi korban dan konsep hostel itu, dia satu kamar ada diisi 6 sampai 8 orang sehingga korban ini datang ke sini solo traveler, dia sendiri dia tidak saling mengenal satu sama lain, sehingga dia antara satu dan teman yang lainnya yang ada di hotel itu tidak saling kenal," katanya.
Polisi sudah memeriksa korban lain bernama Zhou Shanshan. Zhou menyatakan sempat makan di sebuah restoran di luar Kabupaten Badung. Namun, Zhou dan korban lain tidak makan bersama di restoran hostel.
"Kemudian yang kita ambil keterangannya menyampaikan bahwa dia sempat makan di ada satu restoran, di luar wilayah Badung dia makan di sana dan tidak makan di restoran hostel seperti itu. Jadi kita tidak bisa pastikan (penyebab diare) karena berbeda-beda tempat makan seperti itu," katanya.
Azarul mengaku masih menyelidiki kebersihan lingkungan pada hostel untuk mengusut kasus ini. "Dari pemeriksaan tempat layak dan tidak itu butuh pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan kelayakan tempat itu masih dalam penyelidikan kita," katanya.
Trending Now