Menhan Sebut Kini Pembinaan Prajurit Dinilai dari Kemampuan, Tak Lagi Normatif

13 Januari 2026 17:19 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan Sebut Kini Pembinaan Prajurit Dinilai dari Kemampuan, Tak Lagi Normatif
Menhan Sjafrie menekankan kapabilitas prajurit akan jadi indikator utama pengembangan karir mereka.
kumparanNEWS
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin kunjungi Batalyon Teritorial Pembangunan 827 di Kutai Barat. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin kunjungi Batalyon Teritorial Pembangunan 827 di Kutai Barat. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, mengunjungi Batalyon Teritorial (Yon TP) 827, Kutai Barat, Kalimantan Timur, Selasa (12/1). Dalam kunjungannya, ia menekankan kapabilitas prajurit akan jadi indikator utama pengembangan karir mereka.
"Jadi pembinaan personel ke depan berdasar meritokrasi, tak lagi konvensional pakai normatif. Tapi berdasar siapa punya peluang untuk tampil, berdasar kapabilitas dan juga bedasarkam kapasitasnya, maka dia akan didorong," ucap Sjafrie saat mengunjungi area Marshalling Yon TP 827, Selasa (12/1).
Maka itu peran komandan batalyon sangat penting. Mereka harus memberi penilaian di lapangan terkait perkembangan prajuritnya.
"Jadi, kita lihat anggota itu tidak di atas kertas, tapi yang di lapangan," tegas Menhan.
Sjafrie yakin, pola ini akan jadi penilaian umum di lingkungan TNI, seperti Mabes TNI dan Angkatan Darat.
"Saya kira nanti Mabesad dan Mabes TNI akan jadikan itu pola kebijakan umum, tapi di dalam menentukan kebijakan nasional ini sudah jadi kebijakan presiden. Bahwa pembinaan personal itu tak lagi normatif, tapi secara eksploratif," pungkasnya.
Trending Now