Menhan Sebut Penambahan Batalion Bukan Ambisi Teritorial, tapi Jaga Kedaulatan
24 November 2025 17:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
Menhan Sebut Penambahan Batalion Bukan Ambisi Teritorial, tapi Jaga Kedaulatan
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut penambahan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan bukan bertujuan untuk ekspansi kekuatan teritorial. kumparanNEWS

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut penambahan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan bukan bertujuan untuk ekspansi kekuatan teritorial. Menurutnya, hal itu juga guna menjaga kedaulatan negara serta keamanan masyarakat di daerah.
Hal ini dibahas dalam rapat bersama Komisi I DPR dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang dilakukan secara tertutup di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11).
“Ini tentunya tidak dimaksudkan untuk kebutuhan ambisi teritorial, tetapi semata-mata untuk menjaga keutuhan wilayah dan pengamanan serta menyelamatkan kepentingan nasional, serta menjaga industri strategis yang mempunyai kaitan dengan kedaulatan negara,” ujar Sjafrie.
Ia menyebut beberapa objek vital strategis seperti kilang dan terminal Pertamina juga menjadi bagian dari pengamanan TNI.
“Sebagai contoh, kilang dan terminal Pertamina, ini juga bagian yang tidak terpisahkan daripada gelar kekuatan kita,” katanya.
Sjafrie menjelaskan rapat tersebut juga membahas penggunaan, pembinaan, dan pembangunan kekuatan TNI. Pertahanan negara, tegasnya, merupakan hal mutlak dalam menjaga kedaulatan NKRI dan stabilitas nasional.
“Pertahanan negara adalah mutlak untuk menjaga kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia dan menjaga stabilitas nasional untuk mendukung pembangunan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan batalion juga diarahkan untuk mendukung tugas pemerintah daerah.
“Diperlukan pembangunan kekuatan TNI Angkatan Darat dalam bentuk penambahan batalion dalam rangka memberikan suatu keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat, khususnya dalam rangka menunjang tugas-tugas pemerintah daerah yang ada di tingkat kabupaten dan provinsi,” jelasnya.
Saat ini, Indonesia memiliki 514 kabupaten dan sejumlah industri strategis yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kedaulatan negara. Karena itu, penguatan TNI di seluruh matra menjadi keharusan.
Sjafrie menyebut pembangunan kekuatan sudah dimulai pada 2025. Hingga tahun ini, telah terbentuk 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan. Pembangunan batalyon ini akan terus ditingkatkan setiap tahun.
“Di tahun 2025, kita sudah memiliki 150 batalyon Tentara Nasional Indonesia yang kita sebut Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan. Dan ini akan terus kita tingkatkan setiap tahunnya pada jumlah 150 batalion per tahun,” ucapnya.
Selain itu, Sjafrie mengungkap bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perintah untuk mempersiapkan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Seluruh penugasan akan diarahkan untuk misi kemanusiaan dan rehabilitasi.
“Jadi kita akan membawa mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dan ini pasukan ini, secara substansi dipersiapkan oleh Panglima TNI, tetapi spesifikasi penugasan akan kita berdayakan untuk kebutuhan-kebutuhan kemanusiaan dan juga rehabilitasi dari konstruksi-konstruksi yang telah mengalami kerusakan,” tuturnya.
