Menhan Terapkan Smart Approach untuk Pengamanan di Papua, Apa Itu?

24 November 2025 18:09 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan Terapkan Smart Approach untuk Pengamanan di Papua, Apa Itu?
Pemerintah terus berupaya memastikan keamanan di Papua berjalan baik.
kumparanNEWS
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau langsung kesiapan Yonif TP 857/Gana Gajahsora satuan teritorial pembangunan yang menjadi bagian penting dari program nasional penguatan pertahanan wilayah pada Minggu (16/11/2025). Foto: Instagram/ @sjafrie.sjamsoeddin
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau langsung kesiapan Yonif TP 857/Gana Gajahsora satuan teritorial pembangunan yang menjadi bagian penting dari program nasional penguatan pertahanan wilayah pada Minggu (16/11/2025). Foto: Instagram/ @sjafrie.sjamsoeddin
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pengamanan wilayah Papua akan dilakukan dengan metode Smart Approach, yaitu gabungan pendekatan teritorial dan operasi taktis.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional serta mendukung kelancaran pembangunan di wilayah tersebut.
β€œKita akan menempatkan pasukan di Papua dan menerapkan satu metode yang kita sebut Smart Approach. Di mana antara soft approach, pendekatan teritorial, dan hard approach yaitu operasi taktis, kita gabungkan,” ujar Sjafrie usai rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11).
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Menurutnya, pendekatan tersebut dirancang agar TNI dapat merebut hati masyarakat Papua sambil tetap menjaga kedaulatan negara.
β€œSehingga kita ingin merebut hati rakyat agar mereka-mereka yang masih belum mempunyai satu kesamaan pemikiran terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita ajak untuk bersama-sama,” katanya.
Namun, Sjafrie menegaskan pengamanan taktis tetap akan disiapkan untuk mengantisipasi ancaman potensial.
β€œNamun demikian, dalam rangka kita menjaga kedaulatan, kita tidak ingin kedaulatan kita diinjak-injak oleh orang. Sehingga kita tetap harus bersiap siaga dan meneruskan melanjutkan kewaspadaan terhadap kemungkinan-kemungkinan ancaman taktis yang dapat mengganggu keamanan dan kelancaran kehidupan sosial masyarakat dan juga kegiatan pembangunan yang ada di Papua,” tegasnya.
Polri dan TNI mengevakuasi korban serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua. Foto: Dok. Humas Polri
Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan langsung terkait keamanan Papua, termasuk penetapan tiga Center of Gravity atau pusat perhatian keamanan nasional. Papua menjadi salah satu dari tiga wilayah prioritas. Tiga wilayah tersebut, katanya, adalah Jakarta, Aceh, dan Papua.
β€œKita sudah menetapkan tiga Center of Gravity yang harus kita jamin faktor keamanannya dalam rangka menunjang kegiatan, baik itu kegiatan sosial maupun kegiatan ekonomi serta pembangunan,” ujar Sjafrie.
Pengamanan Jakarta dilakukan dari 360 derajat, meliputi pantai, udara, dan darat, sementara Aceh disebut sebagai penjaga wilayah barat Indonesia. Papua menjadi wilayah ketiga yang akan mendapat fokus penempatan pasukan dengan metode Smart Approach.
Trending Now