Menhub-Gubernur DKI Bahas TOD Kawasan Dukuh Atas, Targetkan Rampung 2027

29 September 2025 12:24 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhub-Gubernur DKI Bahas TOD Kawasan Dukuh Atas, Targetkan Rampung 2027
Pembahasan mencakup integrasi stasiun Karet dan Sudirman serta peningkatan kerja sama transportasi kereta api antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI.
kumparanNEWS
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dan Gubenur DKI Jakarta Pramono Anung, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dan Gubenur DKI Jakarta Pramono Anung, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono untuk membahas pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Sudirman–Dukuh Atas. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2027.
“Kami tadi membahas banyak hal, di antaranya yang kami bahas adalah masalah TOD di Jalan Sudirman, Stasiun Dukuh Atas. Kemudian juga ada beberapa hal, khususnya yang berkaitan dengan transportasi,” kata Dudy kepada wartawan di Mandiri University, Jakarta, Senin (29/9).
Dudy menambahkan, pembahasan juga mencakup integrasi stasiun Karet dan Sudirman serta peningkatan kerja sama transportasi kereta api antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI.
“Harapan kami bahwa TOD, kemudian juga Stasiun Karet, Sudirman, itu dalam waktu cepat bisa kami realisasikan,” ujarnya.
Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Jakarta Selatan atau JPM (Jembatan Penyeberangan Multiguna) Dukuh Atas, Selasa (15/8). Foto: Alfadillah/kumparan
Sementara itu, Pramono menyebut pertemuan dengan Menhub menghasilkan sejumlah kesepakatan, termasuk penyatuan antara Stasiun Karet dan BNI. Ia juga melaporkan progres MRT fase Bundaran HI–Kota serta proyek LRT.
“Selain TOD Dukuh Atas, kemudian juga menyatukan antara Stasiun Karet dan BNI, kemudian juga kami, pemerintah Jakarta, melaporkan mengenai MRT fase ekstensi dari Bundaran HI ke Kota, yang sekarang ini progresnya sudah berjalan dengan baik. Kemudian juga LRT dari Kelapa Gading, Velodrome, Manggarai, yang kemajuannya melebihi dari apa yang direncanakan,” jelas Pramono.
Menurutnya, hambatan yang muncul di proyek transportasi, termasuk MRT jalur barat–timur di kawasan Senen, sudah didiskusikan dengan Kemenhub dan menemukan solusi.
Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Jakarta Selatan atau JPM (Jembatan Penyeberangan Multiguna) Dukuh Atas, Selasa (15/8). Foto: Alfadillah/kumparan
“Mudah-mudahan dengan diskusi kita pada hari ini, apa yang menjadi hambatan transportasi di Jakarta dengan persetujuan yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan bisa segera teratasi,” tambahnya.
Pramono menjelaskan, pembangunan TOD Dukuh Atas ditargetkan selesai pada 2027.
“TOD ini yang bertanggung jawab adalah MRT. Yang menghubungkan empat moda: LRT, MRT, KRL, dan juga Kereta Bandara,” ujarnya
“Hambatannya enggak ada, tinggal waktu saja. Mudah-mudahan kami berdua menargetkan 2027 harus sudah selesai,” pungkasnya.
Trending Now