Menhub: Puncak Arus Nataru 24 Desember, Arus Balik 2 Januari 2026

8 Desember 2025 15:14 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
clock
Diperbarui 18 Desember 2025 10:10 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhub: Puncak Arus Nataru 24 Desember, Arus Balik 2 Januari 2026
Pemerintah sudah mulai menyiapkan pengamanan Nataru 2025/2026.
kumparanNEWS
Menhub Dudy Purwagandhi mengikuti rapat bersama rapat bersama Komisi V DPR RI, Kemensetneg, ASPI dan ASRBPI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
zoom-in-whitePerbesar
Menhub Dudy Purwagandhi mengikuti rapat bersama rapat bersama Komisi V DPR RI, Kemensetneg, ASPI dan ASRBPI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
Pemerintah mulai menyiapkan skema pengamanan dan pelayanan untuk libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Di masa ini, diperkirakan banyak warga yang melakukan perjalanan baik untuk mudik maupun berlibur.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, Kemenhub sudah melakukan survei untuk memperkirakan pola pergerakan masyarakat saat Nataru 2025/2026. Dari survei itu, puncak liburan dan arus balik sudah bisa dilihat.
"Puncak perjalanan diperkirakan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 untuk arus keberangkatan, dan Jumat, 2 Januari 2026 untuk arus balik atau kepulangan," kata Dudy saat rapat dengan Komisi V DPR, di Senayan, Jakarta, Senin (8/12).
"Tanggal-tanggal ini selanjutnya akan menjadi fokus pembatasan lalu lintas, penambahan layanan, dan pengaturan operasional transportasi," tambah dia.
Sejumlah kendaraan pemudik melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di Kabupaten Karawang , Jawa Barat, Sabtu (23/12/2023). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
Dudy mengatakan, puncak pergerakan masyarakat secara nasional diperkirakan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025. Mereka memilih berangkat pada pagi hari.
"Mayoritas responden memilih jam keberangkatan pada rentang pukul 07.00 hingga 09.59," kata Dudy.
Sementara, untuk puncak kepulangan terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026. Pergerakan warga juga diperkirakan terjadi pada pukul 07.00 hingga 09.59.
"Sehingga, kecenderungan pemilihan jam baik keberangkatan maupun kepulangan akan menjadi dasar pengaturan operasional terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan serta jam-jam puncak," imbuh dia.
Hasil survei lainnya, kata Dudy, para pengemudi motor akan melewati jalur arteri sebanyak 26,54 persen atau 5,84 juta orang, dengan perkiraan lintasan yang dilintasi berada di Provinsi Jawa Timur yaitu Mojokerto, Jombang, Madiun, Malang, dan Sidoarjo.
Sementara, warga yang menggunakan mobil memilih melewati jalan tol, dengan mayoritas memilih akan melintasi ruas tol di area Bandung-Cikampek-Bogor sebanyak 53,79 persen atau 27,5 juta orang.
"Sehingga, baik jalur arteri maupun jalur tol, potensi kemacetan pada beberapa titik rawan perlu diantisipasi melalui rekayasa lalu lintas dan penambahan fasilitas layanan atau peristirahatan," ucap dia.
Trending Now