Menhut Raja Juli Bicara Program Bayi Tabung Badak Jawa di TN Ujung Kulon
17 Oktober 2025 14:05 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Menhut Raja Juli Bicara Program Bayi Tabung Badak Jawa di TN Ujung Kulon
Menurutnya program bayi tabung ini sudah berhasil diterapkan pada badak di Way Kambas, Lampung.kumparanNEWS

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bicara soal bayi tabung Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon. Saat ini menurut Raja Juli belum ada studi yang komprehensif soal badak di Ujung Kulon.
"Kalau Badak di Lampung, Badak Sumatera sudah ada studi. Oleh karena itu dengan IPB kami kerja sama mengembangkan ART (Assited Reproductive Technology), semacam bayi tabung kira-kira demikian," kata Raja Juli saat di Rapat Senat Terbuka Peringatan Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM, Jumat (17/10).
Struktur genetik Badak Jawa akan dipelajari secara genetik untuk disimpan di biobank (fasilitas yang menyimpan dan mengelola sampel biologis seperti darah, jaringan, dan DNA dan data kesehatan).
Menurutnya program bayi tabung ini sudah berhasil diterapkan pada badak di Way Kambas, Lampung.
Menurut Raja Juli, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Badak Jawa itu salah satu satwa langka dan habitatnya terancam.
"Misalkan kalau ada nauzubillah, Krakatau meletus, itu akan ada bahaya, bahaya yang luar biasa, ancaman punah," kata Raja Juli ditemui usai acara.
"Dengan biobank ya, dengan ART tadi, itu kita bisa mempelajari genetik badak jawa ini, termasuk nanti sperma dan ovum badak ini bisa kita simpan di biobank. Dan nanti dengan ART itu bisa dikawinkan, kayak bayi tabung," jelasnya.
Sisi natural juga diperbaiki, salah satunya habitat badak jawa. Sehingga jumlah badak diharapkan makin banyak.
"Sekarang lagi proses translokasi, kerja sama dengan TNI, untuk secara alami digiring dipindahkan ke tempat yang aman. Satu pasang, satu jantan, satu betina, nanti kita pelajari secara baik-baik dan bisa diambil semua informasi genetik tentang badak jawa," katanya.
Lokasi ini tetap di Ujung Kulon. "Di daerah yang agak terpisah yang sekarang," katanya.
