Menjajal Layanan Pengaduan Telepon dan SMS Spam Komdigi

16 Mei 2025 19:12 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menjajal Layanan Pengaduan Telepon dan SMS Spam Komdigi
kumparan mencoba untuk menggunakan layanan tersebut. Tak perlu membuat akun terlebih dahulu untuk membuka layanan aduannomor.id.
kumparanNEWS
Tampilan website aduan nomor yang dibuka oleh Komdigi. Foto: Alya Zahra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tampilan website aduan nomor yang dibuka oleh Komdigi. Foto: Alya Zahra/kumparan
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membuka portal laporan atau pengaduan bagi masyarakat yang sering menerima telepon ataupun SMS spam.
Masyarakat dapat melaporkannya melalui kanal website aduannomor.id. Nantinya, Komdigi akan melakukan pemblokiran terhadap nomor seluler tersebut.
kumparan mencoba untuk menggunakan layanan tersebut. Tak perlu membuat akun terlebih dahulu untuk membuka layanan aduannomor.id.
Terdapat beberapa poin formulir yang perlu diisi untuk proses verifikasi data. Di antaranya formulir nomor seluler yang ingin dilaporkan, biodata pelapor, dan kronologi beserta bukti.
Logo Komdigi. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
Pada bagian nomor seluler yang ingin dilaporkan hanya perlu mengisi nomor pelaku kejahatan, kategori kejahatan, dan kategori blokir. Pelapor juga bisa memilih jenis blokir yang diinginkan, nomor atau WhatsApp.
Poin yang paling banyak perlu diisi terdapat pada bagian biodata pelapor. Ada sembilan poin biodata pribadi yang wajib dicantumkan. Mulai dari data diri, email, alamat tempat tinggal, hingga KTP (Kartu Tanda Penduduk).
Pelapor juga perlu melampirkan foto KTP. Hal ini yang menuai keresahan dari masyarakat karena khawatir data KTP mereka disalahgunakan.
Tampilan formulir biodata pelapor yang terdapat dalam website aduannomor.id Komdigi. Foto: Alya Zahra/kumparan
Tampilan formulir Nomor Seluler yang Ingin Dilaporkan dalam website aduannomor.id Komdigi. Foto: Alya Zahra/kumparan
Setelah mengisi sederet formulir yang rumit, pelapor juga harus menuliskan detail kejadian beserta bukti. Baru menunggu antrean untuk memprosesnya.
Sebelumnya, laporan dari perusahaan keamanan digital yang berbasis di Amerika Serikat, Global Call Threat Report pada 2023, sebanyak 56,5 persen panggilan yang diterima di Indonesia adalah spam.
Angka tersebut membuat Indonesia menjadi negara kedua dengan tingkat spam tertinggi di dunia, hanya terpaut tipis dari Chile (57%). Di bawah Indonesia terdapat Argentina (56%), Hong Kong (56%), dan Brasil (46%).
Tampilan formulir kronologi yang perlu diisi oleh pelapor melalui website aduannomor.id Komdigi. Foto: Alya Zahra/kumparan
Trending Now