Menkes AS Sebut Autisme Hancurkan Keluarga, Orang Tua Kecam
3 Juni 2025 10:54 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Menkes AS Sebut Autisme Hancurkan Keluarga, Orang Tua Kecam
Menkes AS menyebut autisme menghancurkan keluarga dan menghancurkan sumber daya terbesar AS, yaitu anak-anak. kumparanNEWS

Menkes AS Robert F. Kennedy Jr. (RFK Jr) memperingatkan anak-anak yang didiagnosis autisme ada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Dia berjanji untuk melakukan penelitian menyeluruh demi mengidentifikasi faktor lingkungan yang mungkin jadi penyebab autisme.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS merilis laporan yang menemukan setidaknya 1 dari 31 anak di AS memiliki autisme. Jumlah ini meningkat dari 2020.
"Autisme menghancurkan keluarga. Yang lebih penting, autisme menghancurkan sumber daya terbesar kita, yaitu anak-anak kita. Mereka tidak seharusnya menderita seperti ini," kata RFK Jr, sebagaimana dilaporkan AP, Selasa (3/6).
RFK Jr. mendeskripsikan autisme sebagai 'penyakit yang dapat dicegah' meski peneliti dan ilmuwan telah mengidentifikasi genetik menjadi salah satu faktor.
"Anak dengan autisme tidak akan membayar pajak, tidak akan bekerja, tidak bisa bermain baseball, tidak akan menulis puisi, tidak bisa pergi berkencan. Banyak dari mereka yang harus didampingi ke toilet," katanya lagi.
Pernyataan RFK Jr. dikecam oleh para orang tua di AS. Kelly Van Den Berghe, misalnya. Ibu asal Massachusetts ini memiliki anak berusia 18 tahun, Daniel, yang didiagnosis autisme.
Daniel tidak bisa berbicara meski dibantu dengan tablet untuk berkomunikasi. Ia juga sering memukul dirinya sendiri, yang berisiko patah tulang atau gegar otak.
Sekitar 10 tahun lalu, dokter merekomendasikan Daniel dirawat di fasilitas perawatan penuh waktu demi keamanannya. Butuh waktu bertahun-tahun sampai Van Den Berghe setuju. Dia masih sering meneteskan air mata setiap kali mengenang keputusannya itu.
"Saya yakin jika anak saya bisa memberi tahu kami, dia tidak menginginkan autisme karena autisme tidak mempengaruhinya secara positif. Jadi bagi saya, memiliki seseorang yang akhirnya mengakui anak saya adalah hal yang luar biasa," kata Van Den Berghe.
Orang tua lainnya, Eileen Lamb, mengungkap kesulitan yang dia dan anaknya hadapi karena autisme. 10 tahun lalu dia menyadari bahwa putra sulungnya, Charlie, mungkin menderita autisme.
Kehidupan di Austin, Texas, dapat menjadi hal yang menakutkan tak hanya bagi Charlie, tapi adiknya yang juga menderita autisme, Jude (9), dan adik bungsunya Billie (2).
Di usia 12 tahun, Charlie masih harus diawasi, khususnya dengan kebiasaannya makan benda yang bukan makanan. Di malam hari, Lamb harus mengawasi Charlie dengan kamera video, pendeteksi gerakan, dan tempat tidur pengaman untuk memastikan dia tidak membenturkan kepalanya atau mencoba makan tembok.
Di blognya, Lamb membagikan kiat-kiat terapi hingga berbagai kenangan keluarga bersama anak-anaknya. Lamb menyebut Charlie mungkin tidak bisa bermain baseball atau berkencan seperti yang dikatakan RFK Jr. Tapi dia tidak mau hanya melihat keterbatasan anaknya.
"Saya paham maksud pernyataannya. Tapi saya rasa itu bukan cara untuk mengukur nilai kehidupan anak-anak kita. Apa yang kita nyatakan penting," kata Lamb.
Orang tua lainnya, Copeland, sepakat dengan deskripsi autisme yang disampaikan RFK Jr. Putranya yang berusia 21 tahun mengidap autisme. Namun, dia yakin RFK Jr. tak punya pengalaman dengan autisme berdasarkan pernyataannya itu.
"Saya tidak menghargai mereka yang menampilkan diri sebagai ahli padahal mereka tidak tahu apa-apa," katanya.
