Menkes Kebut Buka Layanan Pet Scan, demi Layanan Jantung Merata ke Wilayah Timur
17 November 2025 20:58 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Menkes Kebut Buka Layanan Pet Scan, demi Layanan Jantung Merata ke Wilayah Timur
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meresmikan Pet Scan dan Radioterapi serta bedah jantung MICS dan perbaikan katup mitral di RS Kemenkes, Surabaya, Senin (17/11).kumparanNEWS

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meresmikan Pet Scan dan Radioterapi serta bedah jantung MICS dan perbaikan katup mitral di RS Kemenkes, Surabaya, Senin (17/11).
Pet scan adalah pemeriksaan radiologi canggih yang menggunakan zat radioaktif dosis rendah untuk menghasilkan gambar tiga dimensi (3D) dari aktivitas metabolisme dalam tubuh secara real-time.
Budi menyampaikan, pelayanan ini sebenarnya telah berjalan sejak tanggal 6 September 2025 dan telah menangani puluhan pasien.
Namun, kata dia, tidak semua layanan tersebut dapat menggunakan asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
"Bukanya Pet Scan 16 September 2025, sekarang sudah 66 (pasien), dan itu belum BPJS. Layanan BPJS belum bisa. Untuk yang Pet Scan, kalau jantung bisa. Nanti saya minta dipercepat," kata Budi di RS Kemenkes Surabaya, Senin (17/11).
Budi mendorong layanan Pet Scan hingga bedah jantung di RS Kemenkes dapat terlayani menggunakan BPJS. Sehingga, pasien bisa terlayani dengan cepat.
"Ini saja yang bukan BPJS, lebih sedikit kan artinya ya. Dari September sampai sekarang sudah 66 pasien. Bayangkan kalau itu dibuka (BPJS), sudah pasti nanti akan banyak sekali yang masuk," ucapnya.
Saat ini, layanan Pet Scan dan Radioterapi serta bedah jantung MICS dan perbaikan katup mitral belum tersedia di Indonesia Timur, seperti Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara.
Sehingga, dengan adanya layanan ini, pasien yang ada di Indonesia Timur bisa dirujuk di RS Kemenkes Surabaya.
Namun, pihaknya juga berencana akan membuka layanan itu di beberapa daerah seperti di Sulawesi, Maluku, Papua, hingga Nusa Tenggara.
"Karena enggak mungkin kalau layanan ini bisa menampung seluruh Indonesia. Kan kasihan dirujuk. Masa dari NTT dirujuk ke Surabaya, kan keluarganya 15 orang. Teman-temannya ini gimana mau nemeninnya kan? Kasihan dia," ujarnya.
