Menko Airlangga Terima Jam Dinding Daur Ulang di kumparan Green Initiative 2025
17 September 2025 14:18 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Menko Airlangga Terima Jam Dinding Daur Ulang di kumparan Green Initiative 2025
Jam dinding tersebut terbuat dari hasil olahan sampah plastik.kumparanNEWS

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menerima jam dinding yang dibuat dari bahan daur ulang usai menyampaikan keynote speech dalam acara kumparan Green Initiative Conference (GIC) 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (17/9).
Jam dinding hasil olahan sampah plastik itu diberikan kepada Airlangga sebagai token of appreciation. Pemimpin Redaksi kumparan,Arifin Asydhad,memberikan langsung jam tersebut.
"Token ini berupa jam dinding dari olahan sampah plastik karya anak bangsa, simbol semangat ekonomi sirkular dan inovasi hijau. Jam ini juga menjadi pengingat bahwa setiap detik sangat berharga untuk menjaga bumi dan terus melangkah menuju keberlanjutan,β ujar pembawa acara.
Adapun dalam pidatonya, Airlangga menekankan transisi hijau sebagai fondasi kemandirian energi dan kebangkitan industrialisasi nasional.
"Saya menyambut baik kegiatan dengan tema Transisi Hijau untuk Kemandirian Energi dan Kebangkitan Industrialisasi Nasional. Tema ini sangat tepat karena dunia sekarang arahnya memang ke hijau,β ujar Airlangga.
Politisi Golkar itu juga menyoroti capaian diplomasi perdagangan Indonesia, termasuk kemenangan gugatan sawit di WTO serta rencana penandatanganan EU-CEPA yang diproyeksikan dapat melipatgandakan nilai perdagangan dengan Eropa.
Dalam kesempatan itu Airlangga memaparkan 17 paket kebijakan pemerintah untuk memperkuat daya saing industri, membuka lapangan kerja, dan memberikan insentif bagi pekerja serta UMKM.
βIni saya ingin mengulang, karena ini adalah 17 paket: 8 sekarang, 4 dilanjutkan, 5 andalan. Jadi 17, 8, 4, 5, 80 tahun Indonesia merdeka,β ucapnya.
Lebih jauh, Airlangga menekankan pengembangan energi fotovoltaik, ekosistem baterai kendaraan listrik (EV), dan carbon capture sebagai kunci menuju netral karbon, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor digital yang haus energi. Menurutnya, strategi hijau ini bukan hanya menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga menjadi akselerator ekonomi Indonesia di tengah persaingan global.
Adapun tahun ini menjadi kali kedua kumparan Green Initiative Conference digelar. GIC 2025 berlangsung pada 17β18 September dengan mengangkat tema besar βGreen Transition for Energy Sovereignty and National Industrial Revivalβ. Perhelatan ini tak hanya menghadirkan diskusi inspiratif, tetapi juga aksi nyata untuk mewujudkan event ramah lingkungan.
