Menko PMK Akan Revitalisasi Pendidikan Vokasi untuk Kebutuhan Pasar Luar Negeri
14 November 2025 13:57 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Menko PMK Akan Revitalisasi Pendidikan Vokasi untuk Kebutuhan Pasar Luar Negeri
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno akan membenahi pendidikan dan pelatihan program vokasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. kumparanNEWS

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno akan membenahi pendidikan dan pelatihan program vokasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Lulusan vokasi akan digenjot untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja baik di dalam maupun luar negeri.
"Jadi perintahnya Pak Presiden, revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi ini bukan hanya untuk kebutuhan pasar kerja di dalam negeri, tetapi juga kebutuhan pasar kerja di luar negeri," kata Pratikno kepada wartawan di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (14/11).
Pratikno menyebut, kebutuhan tenaga kerja di luar negeri tinggi. Sebab, mereka kekurangan tenaga kerja karena persoalan kekurangan angkatan kerja.
Sementara, Indonesia saat ini menurutnya surplus angkatan kerja. Oleh karena itu, pelatihan vokasi ini diharapkan menjadi jembatan penghubung untuk memenuhi dan penyerapan tenaga kerja tersebut.
βNah yang pasar luar negeri, ini kan banyak negara maju yang mengalami aging society. Sementara kita di dalam negeri adalah bonus demografi. Nah ini juga penting untuk dikembangkan dalam rangka mengisi pasar kerja di luar negeri dan juga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,β ujarnya.
Program pelatihan vokasi ini, lanjut Pratikno, sudah berpayung hukum dengan diterbitkannya Perpres nomor 68 Tahun 2022 tentang Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. Ia menyebut, salah satu tugasnya adalah mencocokkan kebutuhan pasar dengan tenaga kerja yang dibutuhkan.
βKami segera bertindak dalam rangka untuk meningkatkan kesesuaian antara supply side dengan demand side. Supply side-nya adalah pendidikan dan pelatihan vokasi, demand side-nya adalah pasar kerja,β jelasnya.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan memenuhi target 500 ribu pekerja untuk dikirim ke luar negeri. Kemenko PMK dan KemenP2MI tengah menyusun skema untuk memenuhi target ini.
