Menko PMK: Pemerintah Kerja Keras Atasi Bencana Sumatera, Ada Progres Signifikan

17 Desember 2025 19:33 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko PMK: Pemerintah Kerja Keras Atasi Bencana Sumatera, Ada Progres Signifikan
Menko PMK menjamin pemerintah memiliki anggaran yang cukup untuk penanggulangan bencana.
kumparanNEWS
Menko PMK Pratikno menyampaikan keterangan pers usai rapat tingkat menteri terkait bencana Sumatera di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko PMK Pratikno menyampaikan keterangan pers usai rapat tingkat menteri terkait bencana Sumatera di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengadakan rapat tingkat menteri membahas penanggulangan bencana di Sumatera bersama sejumlah menteri di Kantor PMK, Jakarta Pusat, Rabu (19/12).
Rapat ini merupakan tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto untuk percepatan penanggulangan bencana di sana. Ia pun menyebut pemerintah bekerja keras untuk menanggulangi bencana banjir-longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
“Pemerintah bekerja keras, mengerahkan semua sumber daya nasional, sebagaimana Bapak Presiden sampaikan ini adalah prioritas nasional, oleh karena itu semua K/L juga menempatkan pemulihan bencana, bencana di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat sebagai prioritas nasional dari semua K/L,” ucap Pratikno usai rapat.
Korban banjir bandang mendapat bantuan di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Palembayan, Agam, Sumatera Barat. Foto: Bakom RI
Pratikno menjamin pemerintah memiliki anggaran yang cukup untuk penanggulangan bencana.
“Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden dan Bapak Presiden juga menjamin bahwa pemerintah mempunyai anggaran yang memadai untuk menyelesaikan ini dengan sebaik-baiknya,” jelas Pratikno.
Menurut Pratikno, hasil kinerja penanggulangan bencana kali ini masih bervariasi imbas luas daerah terdampak yang besar. Ada perbedaan tingkat kesulitan di masing-masing daerahnya.
“Kita karena ini bencana ini di tiga provinsi cakupan wilayahnya yang sangat luas dan juga kerusakan yang terjadi akibat dari bencana ini juga bervariasi. Ada yang sangat berat, sangat terisolir, tetapi ada yang juga relatif kurang terisolir dan juga dampaknya tidak terlalu berat, jadi memang bervariasi,” ucap Pratikno.
“Oleh karena itu capaian sampai saat ini juga masih bervariasi,” tambahnya.
Meski begitu, menurutnya ada progres yang signifikan.
“Tetapi ada progres yang sangat signifikan. Beberapa daerah terisolir sudah berhasil dibuka. Terima kasih kepada jajaran BNPB, jajaran TNI, Polri, Kementerian PU dan kementerian-kementerian yang lain,” ucap Pratikno.
“Terima kasih juga perjuangan luar biasa untuk memulihkan listrik, untuk menyediakan BBM dan LPG untuk masyarakat setempat, menyediakan logistik, luar biasa perjuangannya di daerah-daerah terpencil. Jadi progres kita sudah menyampaikan, progres signifikan dari di masing-masing daerah,” tambahnya.
Prajurit TNI bersama warga membangun jembatan darurat di Desa Bukit, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Senin (15/12/2025). Foto: Puspen TNI
Prajurit TNI bersama warga melaksanakan perbaikan jembatan gantung di Desa Buntul Kendawi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (15/12/2025). Foto: Puspen TNI
Ia memaparkan sejumlah progres yang telah dicapai oleh pemerintah, seperti distribusi logistik dan pelayanan kepada para korban.
“Jadi untuk kebutuhan logistik, tadi Direktur Bulog juga sudah menyampaikan, sangat tersedia, tapi distribusinya terus diupayakan, bahkan juga bukan hanya mengedrop logistik, tapi juga mengambil produk dari pertanian, dari masyarakat lokal setempat,” ucap Pratikno.
“Pemulihan pelayanan terhadap pengungsi, tentu saja BNPB, Kemensos, Pemda, Relawan, dan seluruhnya luar biasa. Rumah sakit juga menurut laporan dari Kementerian Kesehatan, semuanya sudah beroperasi walaupun sebagian belum beroperasi secara maksimal. Jadi sekali lagi memang semua berprogres signifikan, tetapi memang kondisi saat ini tidak semuanya sama,” tambahnya.
Trending Now