Menkomdigi Minta Operator Seluler Bersihkan SIM Card yang Pakai Data Palsu
16 Mei 2025 13:02 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Menkomdigi Minta Operator Seluler Bersihkan SIM Card yang Pakai Data Palsu
Proses migrasi ke eSIM bisa jadi momentum bagi operator seluler untuk membersihkan nomor yang mungkin menggunakan data palsu.kumparanNEWS

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) meminta kepada seluruh operator seluler untuk melakukan pembersihan terhadap nomor-nomor SIM card yang melebihi batas ketentuan. Kemkomdigi menetapkan penggunaan SIM card atau eSIM maksimal tiga untuk satu NIK (Nomor Induk Kependudukan).
Dia menduga adanya penyalahgunaan data bagi yang memakai SIM card atau eSim lebih dari ketentuan.
βJadi ini kita tata kelola kembali bahwa operator kita harapkan dukungan kooperatifnya untuk kemudian juga bisa menertibkan nomor-nomor atau NIK yang memang sudah melebihi dari ketentuan pokoknya, kata Meutya Hafid kepada wartawan, di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Jumat (16/5).
"Dengan demikian itu kita harapkan sudah terjadi cleansing tahap awal terhadap nomor-nomor SIM yang beredar yang mungkin menggunakan data-data palsu,β sambungnya.
Meutya mendorong agar masyarakat melakukan migrasi dari SIM card ke e-SIM karena hal itu merupakan salah satu pengamanan data.
βKarena ada data biometrik yang dilakukan untuk memastikan bahwa orang ini benar dengan NIK yang tepat, gitu ya. Jadi tidak ada atau meminimalisir pencurian data. Jadi mungkin itu kita akan melakukan tata kelola SIM card," ucap dia.
Sebelumnya, laporan dari perusahaan keamanan digital yang berbasis di Amerika Serikat, Global Call Threat Report pada 2023, sebanyak 56,5 persen panggilan yang diterima di Indonesia adalah spam.
Angka tersebut membuat Indonesia menjadi negara kedua dengan tingkat spam tertinggi di dunia, hanya terpaut tipis dari Chile (57%). Di bawah Indonesia terdapat Argentina (56%), Hong Kong (56%), dan Brasil (46%).
Spam didefinisikan sebagai panggilan yang tidak diinginkan, termasuk upaya penipuan dan gangguan.
Studi tersebut mencatat bahwa secara global, seperempat dari seluruh panggilan tak dikenal yang diamati tergolong spam.
